Saiful Mujani Ungkap Geng 212 Condong ke Prabowo, Gerindra: 'Kami Bersyukur Didukung Siapa Saja'

Jumat 22-09-2023,18:59 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Partai Gerindra, partai pengusung calon presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dinilai terbuka dalam menghimpun dukungan untuk memenangkan Prabowo.
 
Partai ini siap mengakomodir hasil survei dan mempelajari berbagai isu panas yang dapat meningkatkan kekuatan koalisi mereka.
 
Gerindra merespons positif potensi dukungan dari kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212, sebagaimana terbaca dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
 
Partai ini juga dikaitkan dengan kemungkinan skenario dua poros, yakni bergabungnya Prabowo dengan Ganjar Pranowo.
 
BACA JUGA: PDIP Larang Satu Keluarga Beda Partai, Begini Nasib Jokowi dan Gibran Jika Kaesang Gabung PSI
 
Survei SMRC menunjukkan bahwa kelompok PA 212, sejauh ini cenderung mendukung calon presiden Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
 
Sebanyak 42 persen dari pendukung PA 212 menyatakan dukungan mereka untuk Anies Baswedan dalam Pilpres 2024, sementara 35 persen lainnya mendukung Prabowo.
 
Hanya 18 persen yang memilih mendukung Ganjar Pranowo, dengan 4 persen sisanya tidak memberikan jawaban.
 
"Masih ada 4 persen yang tidak menjawab," ungkap pendiri SMRC, Saiful Mujani Kamis, (21/9) kemarin.
Namun, dalam skenario dua putaran dan jika Prabowo dan Ganjar maju ke putaran kedua, kelompok PA 212 lebih mendukung Prabowo dengan perbandingan 59 persen mendukung Prabowo, 29 persen mendukung Ganjar, dan 11 persen tidak memberikan jawaban.
 
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyambut baik potensi dukungan dari kelompok PA 212 seperti yang terlihat dalam survei SMRC.
 
Menurutnya, Gerindra menghargai semua dukungan dari berbagai kelompok, agama, komunitas, dan latar belakang yang berbeda.
 
"Kami bersyukur atas dukungan siapa saja," kata Ariza, Kamis (21/9).
Namun, saat ini, Gerindra belum menjalin komunikasi dengan kelompok mana pun.
 
Mereka masih fokus pada penggalangan kekuatan partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
 
Partai ini juga terbuka terhadap isu-isu dua poros dan kemungkinan bergabungnya Prabowo dengan Ganjar Pranowo.
 
Ariza mengklaim Gerindra akan membuka pintu bagi Ganjar Pranowo untuk bergabung, dengan syarat Prabowo tetap menjadi calon presiden.
Gerindra tetap berkomitmen pada Prabowo sebagai calon presiden mereka dan menyatakan bahwa penetapan calon wakil presiden (cawapres) akan ditentukan oleh Prabowo bersama para ketua umum partai di KIM.
 
"Kami beri ruang seluas-luasnya untuk (Ganjar) bisa bersama-sama, tapi kalau untuk capres sudah selesai," tegas Ariza.
 
Pengamat politik Universitas Paramadina, Khoirul Umam memprediksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 kemungkinan akan mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
 
Hal ini didasarkan pada kesamaan pandangan politik dan minimnya resistensi ideologis terhadap Prabowo.
 
BACA JUGA: Warga NU Favoritkan Prabowo, Bagaimana dengan Muhammadiyah? Begini Menurut Survei Terbaru
 
Meskipun sebelumnya ada perbedaan pandangan ideologis dan dukungan politik di antara beberapa kelompok, Pilpres 2024 telah melahirkan perubahan dalam posisi ideologis mereka.
 
Ini dapat dilihat dari contoh deklarasi calon presiden dan calon wakil presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, yang menggabungkan berbagai organisasi dengan pandangan politik yang berbeda.
 
Umam juga mencatat bahwa Prabowo telah berhasil memenangkan dukungan dari kelompok yang sebelumnya dinilai mustahil bakal mendukungnya.
 
Beberapa contoh adalah PSI yang sebelumnya mengkritik Prabowo dan sekarang dikabarkan akan mendukungnya.
 
BACA JUGA: Jokowi Main-Main dengan Data Intelijen, BRIN: Penyalahgunaan Kekuasaan
 
Meskipun demikian, masih ada beberapa kelompok yang belum mengumumkan dukungannya secara resmi.
 
Namun, dengan adanya perubahan pandangan dan mutasi ideologis dalam politik, kemungkinan besar GNPF Ulama dan PA 212 akan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024.
 
"Itu yang kemudian akan menjadi arah bagi mereka (GNPF) untuk menentukan dukungan," ujar Umam.
Kategori :