Elektabilitas Anies Selalu Paling Bontot, JK: Survei Tidak Terlalu Akurat

Selasa 01-08-2023,21:58 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Muhammad Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, memberikan tanggapan mengenai hasil survei elektabilitas bakal calon presiden (capres), Anies Baswedan.
 
JK menyatakan bahwa hasil survei tersebut tidak mencerminkan hasil dari Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, karena survei hanya melibatkan sejumlah kecil responden dari total pemilih yang mencapai 205 juta orang.
 
JK mengingatkan bahwa survei memiliki keterbatasan karena hanya mewakili sebagian kecil pemilih.
 
"Saya kira pasti (survei) tidak terlalu akurat," kata JK, Senin (31/7).
 
Sebagai contoh, JK mengacu pada pemilihan presiden di Amerika Serikat pada 2016, di mana Donald Trump memiliki elektabilitas lebih rendah dari Hillary Clinton, namun berhasil memenangkan kontestasi tersebut.
 
BACA JUGA: Airlangga Hartarto Bakal Diperiksa Lagi oleh Kejagung, Jadi Tersangka Kah? 
 
Selain itu, JK juga mencatat contoh dari Pilgub DKI Jakarta, di mana Anies Baswedan awalnya berada di posisi tiga dalam hasil survei, namun akhirnya berhasil terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.
 
"Waktu di DKI juga Anies terendah kan, posisi tiga, tapi kemudian dia terpilih," lanjut JK.
 
Terkait hasil survei dari lembaga asal Australia, Utting Research, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menyambutnya dengan tanggapan positif.
 
Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan perubahan, dan sebagian besar mendukung gagasan perubahan yang digagas oleh Anies Baswedan.
 
Willy Aditya menyatakan bahwa dari hasil survei tersebut, terlihat bahwa Anies Baswedan mengalami kenaikan signifikan dalam dukungan masyarakat terhadap gagasannya.
 
BACA JUGA: Hadeh, Sempat Bikin Heboh Publik San Francisco, Logo Baru Twitter "X" Dicopot Pemerintah Setempat
 
Mayoritas responden ingin adanya perubahan, dan sebagian dari mereka menginginkan keberlanjutan pemerintahan dengan perubahan, sementara sebagian lainnya menginginkan perubahan penuh.
 
"Representasinya ada pada Anies Baswedan," ujar Willy.
 
Kategori :