Sejarah Tercipta! Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal Piala Asia 2026, Hector Souto: Jangan Cepat Puas!

Sejarah Tercipta! Timnas Futsal Indonesia Lolos Semifinal Piala Asia 2026, Hector Souto: Jangan Cepat Puas!

Timnas Futsal Indonesia 1200-@timnasfutsal-Instagram

POSTINGNEWS.ID ---  Gemuruh di Indonesia Arena, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026) menjadi saksi sejarah baru bagi dunia futsal tanah air. Skuad Garuda sukses mengamankan tiket semifinal Piala Asia Futsal 2026 setelah menumbangkan rival bebuyutan, Vietnam, dengan skor tipis 3-2. Kemenangan ini merupakan momen perdana Indonesia berhasil menembus babak empat besar dalam turnamen kasta tertinggi di Asia tersebut.

Meski rekor pecah dan euforia meluap, pelatih kepala Hector Souto justru memberikan "rem" bagi anak asuhnya. Alih-alih merayakan secara berlebihan, pelatih asal Spanyol ini melontarkan kritik tajam demi menjaga mentalitas tim menuju level dunia.

"Memang benar kami memecahkan rekor, tetapi saya benar-benar belum puas. Kami harus bermain jauh lebih baik lagi," tegas Souto dengan raut wajah serius.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026! Ini Daftar Lawan Antar-Benua yang Bakal Jajal Kekuatan Garuda

Kritik Tajam: Gaya Bermain Belum 'Level Dunia'

Souto menilai masih ada jurang kualitas yang cukup lebar antara Indonesia dengan tim-tim elit Asia lainnya. Ia menuntut adanya perubahan gaya permainan yang lebih efektif dan modern. Menurutnya, skema yang diterapkan sekarang belum cukup kuat untuk bersaing jika target akhirnya adalah Piala Dunia.

"Indonesia harus memainkan gaya futsal yang berbeda. Apa yang kami lakukan sampai sekarang belum cukup untuk menantang tim raksasa," tambahnya.

BACA JUGA:Misi Ambisius John Herdman Bawa Timnas Indonesia Merumput di Piala Dunia

Pekerjaan Rumah: Kiper Bukan Cuma Tukang Tangkap Bola

Salah satu poin evaluasi utama Souto adalah penggunaan strategi power play. Dalam laga melawan Vietnam, pertahanan Indonesia terus digempur serangan agresif lawan yang berani melibatkan kiper dalam membangun serangan. Beruntung, Ahmad Habibie tampil heroik di bawah mistar dengan berbagai penyelamatan krusial.

Namun, Souto menyoroti minimnya kiper di liga domestik yang piawai menggunakan kaki (ball-playing goalkeeper). Padahal, kemampuan distribusi bola dari kiper adalah kunci untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di level internasional.

"Lawan kami sudah melibatkan kiper untuk membangun sistem. Kita membutuhkan kiper yang bisa bermain dengan kaki, seperti Muhammad Nizar. Ini tentang membuat ekosistem futsal kita paham level yang sebenarnya," jelas Souto.

BACA JUGA:Rekam Jejak Karier John Herdman, Pelatih Unik yang Kini Pimpin Timnas Indonesia!

Misi Piala Dunia: Berubah atau Kandas

Peringatan keras Souto ini bukan tanpa alasan. Ia ingin seluruh elemen, mulai dari pemain, staf, hingga federasi, segera meningkatkan standar mereka. Tanpa adaptasi cepat terhadap taktik futsal modern, mimpi menuju Piala Dunia bisa sirna begitu saja.

"Ini level yang berbeda. Kami harus menyesuaikan diri. Entah meningkat sekarang, atau akan mustahil mencapai Piala Dunia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait