Debut Arbeloa di Real Madrid Catat Sejarah Mengecewakan

Debut Arbeloa di Real Madrid Catat Sejarah Mengecewakan

Alvaro Arbeola.--Foto: Instagram Alvaro Arbeola.

JAKARTA, PostingNews.id - Awal kiprah Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Real Madrid langsung dibuka dengan hasil yang menyakitkan. Laga perdananya berakhir di luar dugaan. Madrid tersingkir lebih cepat dari ajang piala setelah tumbang di Stadion Carlos Belmonte.

Arbeloa baru saja mengambil alih kursi pelatih dari Xabi Alonso. Namun debutnya di pinggir lapangan tidak berjalan mulus. Hasil negatif tersebut membuat Madrid gagal melanjutkan langkah dalam perburuan trofi musim ini.

Pelatih berusia 42 tahun itu tidak menutup kekecewaannya. Ia mengakui performa tim jauh dari standar klub sebesar Real Madrid. Baginya, ekspektasi di Madrid selalu tinggi dan tidak memberi ruang untuk kesalahan kecil.

"Di klub ini skor seri saja adalah hasil buruk, sebuah tragedi. Ini menyakitkan dan saya yakin semua fans kami merasa terluka. Kami tahu kesulitan yang kami hadapi. Saya bertanggung jawab dan saya yang bersalah. Saya hanya bisa berterima kasih kepada pemain, dan menjalani pemulihan untuk pertandingan hari Sabtu," ucap Arbeloa.

Kekalahan ini membuat fokus tim segera dialihkan. Madrid kini menatap lanjutan kompetisi Liga Spanyol. Laga melawan Levante pada akhir pekan menjadi agenda terdekat yang tidak bisa ditawar.

BACA JUGA:John Herdman Mulai Ambil Alih, Skuad Garuda Siap Rombak Habis-Habisan?

Meski berada di bawah tekanan besar, Arbeloa menolak larut dalam rasa kecewa. Ia menyebut hasil buruk ini sebagai bagian dari proses. Menurutnya, jalan menuju tim yang matang tidak selalu lurus.

Tekanan di Madrid bukan hal baru bagi Arbeloa. Ia pernah merasakannya sebagai pemain. Kini ia menghadapinya dari sisi yang berbeda.

"Seperti yang saya bilang dalam konferensi pers kemarin, saya tidak takut dengan kegagalan. Saya paham ada yang menganggap kekalahan ini sebagai kegagalan. Kegagalan adalah jalan menuju sukses. Ini akan membuat saya lebih baik lagi."

Arbeloa menilai setiap kejatuhan selalu membawa pelajaran. Ia tidak ingin satu kekalahan merusak kepercayaan diri tim. Terutama di tengah jadwal padat yang menanti.

Pengalamannya di dunia sepak bola menjadi pegangan utama. Ia mengaku pernah berada dalam situasi yang lebih sulit dari saat ini.

BACA JUGA:Tampil Gahar di Barcelona, Man United Tetap Ogah Terima Kepulangan Rashford?

"Ini akan membuat kami lebih baik lagi. Saya tidak takut dengan kegagalan. Saya sudah sering menghadapi kegagalan, bahkan yang lebih kacau dari kondisi saat ini. Yang terpenting adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya," kata Arbeloa.

Saat ini, fokus utamanya adalah kesiapan mental pemain. Arbeloa ingin memastikan tim tetap solid menghadapi tekanan. Ia menyadari tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.

Sorotan juga mengarah pada keputusannya soal susunan pemain. Dalam laga tersebut, Arbeloa tidak membawa sejumlah bintang utama. Kylian Mbappe dan Jude Bellingham absen dalam perjalanan ke markas Albacete.

Absennya dua pemain kunci itu sempat memicu kritik. Namun Arbeloa menolak menjadikannya alasan. Ia tetap berdiri di balik pilihannya.

"Ia yakin daftar pemain yang saya bawa adalah benar. Pemain-pemain yang ada membuat sebuah tim yang hebat. Saya punya pemain yang bagus berisi pemain-pemain bertalenta dan bisa jadi pembeda," ujarnya.

BACA JUGA:Man United Banting Setir, Carrick Lebih Dipercaya Ketimbang Solskjaer?

Strategi yang diterapkan dalam laga debut itu kini masuk tahap evaluasi. Kekalahan dari tim divisi dua dinilai sebagai pukulan telak. Terutama bagi gambaran kedalaman skuad Madrid musim ini.

Para pendukung menanti respons nyata. Perubahan di lapangan menjadi tuntutan utama. Madrid dituntut segera bangkit demi menjaga stabilitas internal.

Sesi latihan tertutup digelar menjelang pertandingan Sabtu. Pemulihan fisik dan perbaikan taktik menjadi prioritas. Kemenangan atas Levante dipandang sebagai harga mati.

Perjalanan Arbeloa sebagai pengganti Xabi Alonso memang tidak dimulai dengan mulus. Keraguan dari publik dan media langsung mengiringi langkah awalnya. Namun sikap tenang yang ia tunjukkan memberi sedikit harapan.

Manajemen klub disebut masih memberikan dukungan. Meski hasil di ajang piala sangat mengecewakan, kepercayaan belum dicabut. Musim masih panjang dan ruang pembuktian masih terbuka.

Kini perhatian tertuju pada kemampuan Arbeloa meracik strategi. Ia ditantang untuk membangun tim tanpa ketergantungan penuh pada satu atau dua bintang. Ujian mental bagi Madrid pun resmi dimulai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait