Tanggapi Batalnya Deklarasi Koalisi Perubahan, Ini Kata Ketum Demokrat AHY

Tanggapi Batalnya Deklarasi Koalisi Perubahan, Ini Kata Ketum Demokrat AHY

Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Instagram @agusyudhoyono-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat biacara terkait batalnya deklarasi Koalisi Kebangsaan.

Sebelumnya, Partai Demokrat bersama Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana menggelar deklarasi Koalisi Perubahan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2022.

Namun karena sejumlah alasan, deklarasi Koalisi Perubahan tersebut batal digelar.

AHY kepada awak media, Minggu (13/11) mengatakan, membanguan koalisi tidaklah sederhana.

BACA JUGA:KKB Papua Serang Patroli TNI di Distrik Gome, Seorang Prajurit Terluka

Meski deklarasi batal digelar, namun AHY mengatakan Partai Demokrat masih terus melakukan komunikasi intensif dengan NasDem dan PKS.

AHY menyebutkan, komunikasi tersebut terkait dengan proses koalisi tiga partai untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dimana sejumlah pertemuan cukup sering dilakukan mulai dari tingkatan ketua umum hingga jajaran teknis.

Ditambahkannya, pertemuan-pertemuan tersebut digelar untuk membicarakan berbagai peluang dan merumuskan untuk memperkuat visi kebersamaan.

Lebih lanjut, AHY mengatakan dalam menyusun sebuah koalisi, harus ada landasan yang cukup kuat untuk menuju perubahan dan perbaikan untuk Indonesia. Hal itu merupakan kunci untuk memperkuat koalisi ketiga partai tersebut.

BACA JUGA:Polisi Ungkap Pasangan Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Ternyata...

Dikatakannya lagi, memang untuk proses koalisi tersebut bukan merupakan hal yang sederhana. Selalu ada sejumlah hal yang dibahas untuk menyelaraskan tujuan besar dari ketiga partai tersebut.

AHY menambahkan, koalisi itu ingin mengusung perubahan perbaikan untuk masyarakat.

Terkait deklarasi untuk calon presiden dan wakil presiden 2024, lanjutnya, ketiga partai tersebut tidak ingin tergesa-gesa yang nantinya bisa membuat deklarasi tersebut tidak berkembang. Namun ia memastikan bahwa deklarasi tersebut akan dilakukan.

Terkait dengan sosok yang akan dimunculkan sebagai pasangan Anies Baswedan yang telah diusung oleh Partai NasDem, AHY mengatakan hal tersebut juga masih terus menjadi bahan pembicaraan ketiga partai tersebut.

BACA JUGA:Butuh Uang Karena Bangkrut, Jessica Iskandar Siap Ambil Tawaran Job di Lokasi yang Jauh

AHY menegaskan, Demokrat, NasDem, dan PKS tidak ingin gegabah. Dikatakan AHY, mereka ingin meyakinkan pasangan yang diusung nanti benar-benar memiliki peluang kemenangan yang baik.

Sementara secara garis besar, lanjutnya, pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Partai Demokrat menargetkan untuk mampu meraup 15 persen suara pemilih. Salah satu wilayah yang diharapkan mampu mendorong perolehan suara tersebut adalah wilayah Jawa Timur.

Dikatakan AHY, Jawa Timur yang begitu besar dengan 38 kabupaten dan kota, serta jumlah anak muda juga besar sekali. Maka dari itu, ia mendorong Jawa Timur jadi mesin pendorong elektabilitas.

Sumber: berbagai sumber

(edited)