Inilah Gejala HIV yang di Alami Anak Usia di Bawah Umur Korban Pemerkosaan

Inilah Gejala HIV yang di Alami Anak Usia di Bawah Umur Korban Pemerkosaan

Inilah Gejala yang dialami anak usia 12 Tahun terkena HIV-https://www.unair.ac.id/-Website

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sedang ramai dalam pemberitaan bahwa anak perempuan usia 12 tahun terkena HIV setelah menjadi korban pemerkosaan, bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial JA.

Kabar mengenai anak dibawah umur terkena HIV setelah mendapatkan pemerkosaan sudah dikonfirmasi oleh Ketua Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (Pertidi) David Ang.

"Terhadap JA sudah dilakukan tes dan dokter menyatakan bahwa yang bersangkutan telah mendapat perlakuan pelecehan seksual yang membuatnya positif HIV," ujar David Ang.

BACA JUGA:Anda Sakit Gigi? Berikut 3 Cara Mengatasinya

David menjelaskan awalnya JA sakit dan sudah diobati, tetapi tidak kunjung sembuh. Setelah David mendengarkan cerita dari JA yang dialaminya selama bertahun-tahun, gadis itu langsung melakukan tes secara menyeluruh.

Selama sakit, tenggorokan JA sudah berjamur. Setelah tes, gadis ini juga menjalani visum.

"Tenggorokan JA itu berjamur, sudah diobati tapi tidak sembuh. Setelahnya dilakukan tes, dan hasilnya positif HIV," Ucap David.

"Hasilnya (visum) ditemukan lubang dubur membesar, seperti disodomi, besar lubang duburnya," Kata David.

BACA JUGA:Simak! Berikut Ini Cara Berhenti Merokok

David mengatakan saat ini JA sedang dalam pemulihan setelah sempat dirawat di RSUP H Adam Malik. Selain HIV, JA juga mengalami gizi buruk.

Berdasarkan studi The Rape Impact Cohort Evaluation (RICE) di Durban, Afrika Selatan, Prof Zubairi menjelaskan perempuan yang menjadi korban pemerkosaan memiliki 60 persen peningkatan risiko tertular HIV. Hal tersebut dikarenakan pemerkosaan hampir pasti tidak memakai kondom dan terjadi secara paksa, bahkan sering disertai kekerasan.

"Dalam studi The Rape Impact Cohort Evaluation (RICE) di Durban, Afrika Selatan, beberapa waktu lalu, didapati bahwa perempuan yang menjadi korban pemerkosaan memiliki 60 persen peningkatan risiko tertular HIV," tulis akun Twitter @ProfesorZubairi.

"Karena pemerkosaan hampir pasti tidak memakai kondom dan terjadi secara paksa, sering disertai kekerasan-yang menyebabkan risiko penularan menjadi lebih tinggi," lanjut tulis akun Twitter @ProfesorZubairi.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: