Kabar Meninggalnya Masudin Jadi Polemik, Kades Banyuarang Sebut Bukan Karena Terpapar Covid-19?

Kabar Meninggalnya Masudin Jadi Polemik, Kades Banyuarang Sebut Bukan Karena Terpapar Covid-19?

Pada 11 Juni, Masudin pun mengklarifikasi video tersebut melalui akun Instagram yang sama. Saat itu, ia menyebut video viral hanya untuk dokumen pribadi. Namun, tanpa sengaja video terunggah ke Instagram. Video dihapus pada hari yang sama.

BACA JUGA:Fitur Joox Room Hadir Sebagai Solusi Interaksi yang Aman dan Nyaman di Saat Pandemi, Bisa Karaoke Juga Loh!

"Itu video kunjungan kami ke sahabat kami almarhum haji Rokim di salah satu rumah sakit. Itu menantunya, saya pun tidak kenal namanya. Itu video dokumen pribadi. Mohon maaf saya tidak tahu kalau video itu masuk ke IG," terangnya.

+++++

Meninggal Bukan Karena Covid-19?

Masudin, yang namanya sedang trending di jagat media sosial ini, dikenal sebagai ahli terapis dan memiliki kemapuan dalam menyembuhkan pasien tunarungu. 

Bahkan Masudin yang tinggal di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang ini sempat mendapat penghargaan MURI dan penghargaan dari Amerika Serikat. 

Namun, belakangan dikabarkan Masudin telah meninggal dunia, meninggalkan seorang istri dan enam anak.

Terkait kabar meninggalnya Masudin juga disampaikan Kepala Desa Banyuarang, Widjaya yang mengatakan, Masudin meninggal di rumah pada Selasa 13 Juli sekitar pukul 23.30 WIB.

BACA JUGA:Peugeot Makin Serius Bermain di Mobil Listrik, Peugeot 308 PHEV Jadi Andalan Pasar Global

Jenazah terapis pendengaran itu dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, keesokan harinya.

Seperti dijelaskan Kades pada wartawan, "Riwayat sakitnya lambung, sudah lama sejak 2018 sering ngedrop. Pemakaman normal (tanpa protokol COVID-19), jenazah dibawa ke Pucangsimo," paparnya, seperti dikutip Trendingnews dari Detik.com, Sabtu 17 Juli 2021.

+++++

Lalu, Widjaya meyakini bahwa Masudin meninggal bukan karena terinfeksi Virus Corona. Karena berdasarkan hasil tracing pada Rabu 14 Juli  sore, istri dan anak-anak Masudin sebagai kontak erat, negatif COVID-19. Hanya saja, Masudin meninggal tanpa sempat menjalani pemeriksaan Corona.

"Yang tanggal di rumah itu istri, pembantu dan empat anaknya. Tiga yang dites swab antigen, istri dan dua anaknya. Hasilnya negatif semua," ungkapnya.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: