Prabowo Kuliah Umum 5 Jam Nonstop di Depan 2.600 Dosen, Bahas Indonesia hingga Bagi Buku Karyanya
Prabowo menyampaikan materi hampir lima jam kepada 2.600 dosen di KSTI 2026, membahas program pemerintah, Indonesia, dan peran akademisi.-Foto: Antara-
JAKARTA, PostingNews.id – Presiden Prabowo Subianto menghabiskan hampir lima jam berbicara di hadapan ribuan akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang digelar di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026. Forum yang dihadiri sekitar 2.600 dosen, rektor, dan dekan dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta itu menjadi ajang Prabowo memaparkan pandangannya mengenai masa depan Indonesia, kebijakan pemerintah, hingga pengalaman hidupnya.
Taklimat dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan sempat berlangsung secara terbuka selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, Prabowo meminta awak media meninggalkan ruangan sehingga sesi berikutnya berlangsung tertutup.
Menjelang pukul 18.00 WIB, acara sempat dihentikan sejenak untuk istirahat. Seusai jeda, Prabowo kembali melanjutkan pemaparannya hingga melewati pukul 21.00 WIB. Selama berbicara, ia turut menampilkan materi presentasi melalui layar besar yang terpasang di dalam aula.
Meski berlangsung cukup lama, sebagian besar peserta tetap mengikuti forum hingga selesai. Salah satunya Sukartiningsih, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
"Beliau semangat terus, lima jam nonstop itu, luar biasa," ujar Sukartiningsih.
BACA JUGA:Dana Pendidikan Diduga Diseret ke MBG, LBH Jakarta Minta Komnas HAM Turun Tangan di MK
Menurutnya, Prabowo banyak mengulas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kondisi Indonesia. Sejumlah program prioritas pemerintah seperti makan bergizi gratis, koperasi desa, hingga kebijakan ekspor turut menjadi bagian dari materi yang dipaparkan.
Sukartiningsih mengatakan Prabowo tidak memberikan arahan khusus kepada perguruan tinggi yang hadir. Presiden hanya mengajak kalangan akademisi mengambil peran lebih besar dalam membangun masa depan Indonesia melalui ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
Selain membahas kebijakan pemerintah, Prabowo juga menyinggung sejarah pemanfaatan sumber daya alam Indonesia oleh bangsa asing. Ia mencontohkan praktik kolonialisme Belanda sebagai salah satu gambaran bagaimana kekayaan alam Indonesia pernah dieksploitasi oleh negara lain. Topik serupa sebelumnya juga pernah disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Paripurna DPR.
Di sela-sela pemaparannya, Prabowo turut menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari masa muda hingga setelah menyelesaikan pengabdian di lingkungan militer.
"Jadi masa muda beliau, sebentar saja ditayangkan itu," kata Sukartiningsih.
Forum tersebut tidak menyediakan sesi tanya jawab. Menurut Sukartiningsih, hal itu mempertimbangkan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang.
"Karena banyak pesertanya. Tetapi beliau mengingatkan agar jangan lupa semua keilmuannya itu harus dikontribusikan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia," ujarnya.
BACA JUGA:Lima Peserta Tewas Saat Diklat Militer Koperasi Merah Putih, Menhan Perintahkan Evaluasi Total
Di akhir kegiatan, panitia membagikan bingkisan kepada seluruh peserta. Paket tersebut berisi empat buku karya Prabowo, yakni Strategi Transformasi Bangsa, Paradoks Indonesia dan Solusinya, Kepemimpinan Militer jilid satu dan dua. Peserta juga menerima buku Solusi Presiden Prabowo Subianto Presiden Solusi yang ditulis Muhammad Qodari, Dirgayuza Setiawan, dan Agung Gumilar Saputra.
Sarasehan Kebangsaan yang dihadiri Prabowo merupakan bagian dari rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang pertama kali digelar di Institut Teknologi Bandung pada Agustus 2025.
Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
