Banner Internal

MBG Kena Sunat Anggaran? BGN Setop Jatah Makan Saat Libur Sekolah, Siswa Kini Cuma Dapat Saat Masuk Kelas

MBG Kena Sunat Anggaran? BGN Setop Jatah Makan Saat Libur Sekolah, Siswa Kini Cuma Dapat Saat Masuk Kelas

BGN memastikan tidak ada distribusi MBG saat libur sekolah. Paket makanan kini hanya diberikan ketika siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini digadang-gadang menjadi andalan pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak sekolah kembali mengalami penyesuaian. Kali ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan distribusi makanan pada saat libur sekolah.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya skema lama yang memungkinkan siswa tetap menerima jatah makanan meski sedang tidak masuk sekolah. Sebelumnya, paket makanan untuk hari libur biasanya dibagikan lebih awal dalam bentuk paket bawaan.

Kini pola itu resmi dihentikan.

“Untuk distribusi, tidak ada distribusi sajian MBG saat libur sekolah,” kata Tenaga Ahli Bidang Media BGN, Hanibal Wijayanta kepada wartawan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan baru. Sebab, salah satu tujuan utama MBG adalah memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi secara berkelanjutan, termasuk bagi kelompok rentan yang bergantung pada bantuan makanan sekolah.

Namun BGN tampaknya memilih fokus pada pemberian makanan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

BACA JUGA:Diteriaki Indonesia Menuju Bangkrut, Mahasiswa Kepung Jakarta dan Tantang Prabowo Akui Kesalahan

Penjelasan lebih rinci sebelumnya pernah disampaikan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya. Menurut dia, penghentian distribusi makanan saat libur sekolah merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya Rabu dan Kamis libur, makanan untuk hari libur itu turut dibagikan dalam bentuk paket bawaan pada Selasa. Nah, sekarang sudah tidak begitu,” kata Sony dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2026.

Tak hanya menghapus sistem paket rapel saat libur, BGN juga mengubah pola distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

Artinya, makanan kini hanya dibagikan pada hari efektif sekolah.

“Kami mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah mengubah pola distribusi paket MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony.

Dengan pola baru tersebut, program MBG tidak lagi mengikuti kebutuhan kalender mingguan siswa, melainkan mengikuti jadwal aktivitas sekolah.

BACA JUGA:Jokowi Segera Pakai Jaket PSI, Kursi Dewan Pembina yang Lama Kosong Akhirnya Terisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share
Seedbacklink affiliate

Berita Terkait