NasDem Ngamuk ke Tempo Soal Surya Paloh, Kritik Dibalas Demo Ribuan Kader
Ribuan kader NasDem protes pemberitaan Tempo soal Surya Paloh, redaksi minta maaf tapi tegaskan karya jurnalistik sudah sesuai kode etik.-Foto: Disway-
JAKARTA, PostingNews.id — Ribuan kader Partai NasDem Sumatera Utara mendatangi kantor wilayah partai di Medan pada Selasa, 14 April 2026. Mereka datang membawa satu pesan yang sama, keberatan atas isi pemberitaan dan sampul Majalah Tempo yang dinilai menyudutkan partai sekaligus Ketua Umumnya.
Ketua DPW NasDem Sumatera Utara Iskandar ST mengklaim jumlah kader yang hadir menembus seribu orang. Bahkan konsumsi disebut sampai harus ditambah berkali-kali. “Makannya sampai dibeli tiga kali,” ujar Iskandar.
Menurut dia, gelombang protes ini bukan muncul tiba-tiba. Kemarahan kader sudah terakumulasi sejak munculnya siniar Bocor Alus Tempo yang membahas laporan utama bertajuk PT NasDem Indonesia Raya Tbk. Ia menilai pemberitaan tersebut telah merendahkan martabat Ketua Umum Surya Paloh.
Tak hanya isi artikel, sampul majalah yang menggambarkan Surya Paloh dalam kondisi seolah tak berdaya ikut memantik emosi kader. Iskandar bahkan menilai gambaran itu jauh dari realitas.
BACA JUGA:Prabowo Keliling Dunia Cari Mitra, Dari Putin ke Macron, RI Mau Main 2 Kaki
“Padahal ketua umum kami selalu bahagia, gembira, tidak ada persoalan dengan beliau. Bahkan Sabtu Minggu lalu dia masih liburan ke pulau,” kata dia sambil tertawa.
Iskandar juga menepis keras narasi bahwa Partai NasDem hendak dijual. Ia menyebut anggapan itu tidak masuk akal dan bertentangan dengan semangat pendirian partai.
“Padahal kami tahu NasDem tidak mau dijual. NasDem adalah rohnya Pak Surya, mimpi besar dan cita-citanya ada di partai ini,” ujarnya.
Ia bahkan menyindir isu nilai penjualan partai yang disebut hanya sekitar Rp1 triliun. Menurutnya, angka itu tidak sebanding jika dibandingkan dengan potensi dana politik di lapangan. “Satu pilkada saja selesai kalau kami mau seperti itu,” kata dia.
BACA JUGA:Kantor MBG Diperluas di Semua Daerah, ASN Disiapkan Awasi Ribuan Dapur
Soal isu merger dengan Partai Gerindra yang juga disinggung dalam laporan tersebut, Iskandar memastikan hal itu tidak masuk akal. Ia menegaskan partai tidak mungkin ditawarkan untuk diambil alih karena berdiri dengan kehormatan.
“Partai NasDem didirikan dengan kehormatan,” ujarnya.
Di tengah polemik itu, ia juga menegaskan posisi politik partainya yang tetap mendukung Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, Surya Paloh memilih tidak menempatkan kader di pemerintahan sebagai bentuk sikap politik.
“Beliau sadar diri tidak berjuang dan mendukung pasangan lain saat Pilpres,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
