Kecoak Jadi Pahlawan Sampah Plastik, Ilmuwan Bongkar Cara Jorok yang Bikin Polistirena Lenyap

Kecoak Jadi Pahlawan Sampah Plastik, Ilmuwan Bongkar Cara Jorok yang Bikin Polistirena Lenyap

Penelitian ungkap kecoak mampu mengurai plastik polistirena lewat mikroba usus, membuka peluang solusi baru krisis sampah global-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Kecoak yang selama ini identik dengan kotor dan menjijikkan, justru diam-diam menyimpan potensi besar untuk mengatasi krisis sampah plastik. Temuan ini terungkap dalam riset terbaru yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Ecotechnology.

Penelitian tersebut menyoroti kemampuan kecoak dalam mengurai plastik jenis polistirena, material yang biasa dipakai untuk kemasan makanan dan dikenal sangat sulit terurai di alam. Sampah jenis ini bahkan bisa bertahan ratusan tahun di tanah dan air dalam bentuk mikroplastik.

Para peneliti mengingatkan, jika dibiarkan menumpuk, polistirena akan menjadi bom waktu lingkungan yang dampaknya terus berlanjut lintas generasi.

Di balik tubuhnya yang sering dianggap hama, kecoak ternyata punya “mesin pengolah” alami di dalam perutnya. Mikroba dan senyawa di usus serangga ini bekerja bersama memecah plastik secara kimia melalui proses metabolisme.

BACA JUGA:Beras 2 Kg untuk Rakyat Masih Digodok, Pemerintah Janji Percepat Distribusi

Temuan ini memperlihatkan bahwa kecoak bukan sekadar memakan plastik, tetapi juga mengolah hasil pecahannya menjadi bagian dari sistem energi tubuhnya.

Penulis studi, Shan-Shan Yang, menjelaskan bahwa proses ini jauh lebih kompleks dari sekadar aktivitas mikroba biasa.

“Kecoak tidak hanya sekadar menghancurkan polistirena – ia memproses produk hasil penguraiannya secara metabolik melalui jalur energinya sendiri,” kata Yang dikutip dari laporan Earth pada Selasa, 31 Maret 2026.

Dalam riset tersebut, sistem pencernaan kecoak bahkan diibaratkan seperti jalur produksi alami yang telah berevolusi untuk menangani polimer sintetis yang sulit diurai.

Temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi berbasis biologi. Para ilmuwan melihat potensi untuk merekayasa enzim dan mikroba dari usus kecoak menjadi alat pengurai plastik dalam skala yang lebih terkontrol.

BACA JUGA:72 Siswa Keracunan, Dapur MBG Diminta Ditutup Permanen, Jangan Cuma Disanksi

Sebelumnya, ilmuwan juga menemukan kemampuan serupa pada serangga lain seperti ulat tepung. Namun efektivitasnya dinilai lebih rendah dan belum memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan sampah plastik.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa solusi ini tidak bisa diterapkan secara instan dengan cara menyebar kecoak ke lingkungan. Studi ini baru menjadi langkah awal untuk memahami mekanisme biologis yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam teknologi pengolahan limbah.

Di tengah krisis plastik global, temuan ini seperti ironi. Serangga yang selama ini dibasmi justru berpotensi menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah yang dibuat manusia sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share