Ucapan Hari Nyepi 1948

24 Juta Pemudik Naik Motor, DPR Sebut Negara Belum Siap Kelola Mudik

24 Juta Pemudik Naik Motor, DPR Sebut Negara Belum Siap Kelola Mudik

DPR menyoroti 24 juta pemudik menggunakan sepeda motor pada Lebaran 2026. Ketergantungan kendaraan pribadi dinilai menunjukkan transportasi publik belum optimal.--Google

JAKARTA, PostingNews.id — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sofwan Dedy Ardyanto menilai pengelolaan arus mudik di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Salah satu persoalan utama adalah tingginya ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Menurut Sofwan, fenomena mudik sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Tradisi pulang ke kampung halaman juga ditemukan di berbagai negara dengan istilah berbeda.

“Mudik, balik kampung, chunyun, atau istilah lainnya adalah tradisi global yang memiliki tema sama yaitu pulang ke kampung halaman secara serentak saat masa libur atau hari raya,” ujar Sofwan dalam keterangan tertulis Senin 16 Maret 2026.

Ia mengungkapkan arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan melibatkan sekitar 143,9 juta orang. Namun sebagian besar pemudik diprediksi tetap mengandalkan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi umum.

Sekitar dua pertiga dari total pemudik diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi. Rinciannya sekitar 52,98 persen menggunakan mobil dan 16,74 persen menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA:Hashim Bilang Tak Ikut Proyek 3 Juta Rumah, Padahal Kebutuhan Semen sampai Kabel Bisa Bikin Pengusaha Senyum Lebar

Jika dihitung secara keseluruhan, sekitar 100,3 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan mudik tanpa memanfaatkan layanan transportasi publik. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa daya tarik angkutan umum masih terbatas bagi masyarakat.

Sofwan menilai pembangunan infrastruktur jalan tol memang membantu kelancaran mobilitas pemudik, terutama melalui jaringan Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.

Namun menurutnya tantangan terbesar justru berasal dari tingginya jumlah pemudik yang memilih sepeda motor sebagai moda transportasi.

“Tahun ini diperkirakan ada sekitar 24 juta orang mudik dengan sepeda motor. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi negara,” katanya.

Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan program kereta api motor gratis atau motis untuk membantu mengurangi pemudik motor di jalan raya. Program tersebut menyediakan kuota sekitar 11.900 sepeda motor.

BACA JUGA:Di Tengah Proyek Besar Negara, Prabowo Bicara Soal Hidup Sesuai Kemampuan

Meski begitu Sofwan menilai kapasitas tersebut masih jauh dari cukup untuk mengurangi jumlah pemudik motor secara signifikan.

Dalam analisisnya, Sofwan juga membandingkan fenomena mudik di Indonesia dengan tradisi Chunyun di China yang juga dikenal sebagai pergerakan manusia terbesar saat libur panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share