Waduh! Jelang Mudik, Harga Tiket Bus AKAP Melonjak hingga 50 Persen
Harga tiket bu AKAP meroket jelang Lebaran 2026.-@alief_7425-Instagram
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pembahasan soal tarif bus antarkota antarprovinsi kembali mengemuka. Kenaikan harga tiket menjadi topik yang hampir selalu muncul setiap tahun, terutama ketika permintaan perjalanan mulai melonjak.
Situasi ini sebenarnya bukan hal baru. Setiap musim Lebaran, arus pergerakan penumpang meningkat tajam, khususnya pada jalur-jalur utama dari wilayah barat menuju timur Pulau Jawa. Lonjakan inilah yang kerap memicu penyesuaian harga tiket bus.
Namun, menurut Organisasi Angkutan Darat, kenaikan tarif tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya minat penumpang. Ada persoalan operasional yang turut memengaruhi perhitungan biaya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan bahwa kondisi angkutan bus saat Lebaran cenderung tidak seimbang. Arus mudik lebih padat ke satu arah, sementara perjalanan balik sering kali sepi penumpang.
“Karena kami ini pada saat Lebaran itu kondisinya timpang. Mudik itu kan dari barat ke timur penuh, timur ke baratnya kosong,” ujar Sani kepada wartawan, 27 Januari 2026.
BACA JUGA:Aksi Sadis Begal di Bandung, Tak Terima Hanya Diberi Rp10 Ribu oleh Korban
Ketimpangan tersebut membuat operator harus menanggung beban operasional yang tidak sebanding dengan pemasukan. Bus yang berangkat penuh penumpang kerap kembali tanpa muatan, sementara biaya perjalanan tetap berjalan.
“Jadi cost kami tetap, bahkan nambah, dengan pengeluaran-pengeluaran Lebaran,” kata Sani.
Ia menambahkan, selama periode mudik, pengeluaran operator justru meningkat. Selain bahan bakar, biaya untuk kru, perawatan kendaraan, hingga kebutuhan operasional lain ikut bertambah. Kondisi inilah yang kemudian mendorong penyesuaian tarif.
Berdasarkan perhitungan Organda, kenaikan harga tiket bus AKAP menjelang Lebaran umumnya berada di kisaran 40 hingga 50 persen dari tarif normal.
“Artinya kalau tiket itu di Rp300.000, mungkin naiknya menjadi sekitar Rp 400.000 hingga Rp 450.000,” ujar dia.
BACA JUGA:Siap-Siap! Meta Bakal Rilis Fitur Premium di WA, IG, dan FB: Bisa Intip Story Tanpa Ketauan?
Meski demikian, tidak semua rute mengalami kenaikan dalam jumlah besar. Untuk trayek yang sejak awal sudah memiliki tarif tinggi, persentase kenaikannya justru lebih kecil.
“Kalau tiket yang memang sudah mahal, misalnya hari biasa Rp460.000 hingga Rp500.000, naiknya paling 30–40 persen,” ucap Sani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News