Empat Sekolah Garuda Dibidik Beroperasi Juni 2026, Seleksi Siswa dan Guru Dikebut

Empat Sekolah Garuda Dibidik Beroperasi Juni 2026, Seleksi Siswa dan Guru Dikebut

Empat Sekolah Garuda ditargetkan beroperasi Juni 2026. Pemerintah mulai seleksi siswa dan guru, seluruh peserta didik mendapat beasiswa penuh.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah menargetkan empat Sekolah Garuda yang sedang dibangun dapat mulai digunakan pada Juni 2026. Di tengah proses penyelesaian fisik bangunan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah membuka penerimaan peserta didik baru untuk menjaring angkatan pertama.

Direktur Sains dan Teknologi kementerian tersebut, Ahmad Najib Burhani, mengatakan pembangunan sekolah dipacu agar selaras dengan dimulainya tahun ajaran baru pertengahan tahun ini. Setiap sekolah disiapkan untuk menampung 160 siswa sehingga total 640 pelajar akan menjadi angkatan perdana.

Seluruh siswa yang lolos seleksi akan mendapatkan beasiswa penuh sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pada saat yang sama, proses rekrutmen tenaga pendidik juga tengah berlangsung. Najib menegaskan guru yang akan mengajar merupakan tenaga terpilih yang disiapkan untuk mendukung sistem pembelajaran berasrama.

Sekolah Garuda tidak berdiri sendiri. Program ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan unggul yang terhubung dengan skema beasiswa Garuda untuk jenjang sarjana. Lulusan sekolah ini nantinya diarahkan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri dengan dukungan pembiayaan negara.

BACA JUGA:Purbaya Curiga Isu Gratifikasi Pejabat Kemenkeu Sengaja Diembuskan

Menurut Najib, pola tersebut berbeda dengan beasiswa yang selama ini tersedia bagi masyarakat umum. Beasiswa Garuda disiapkan sebagai jalur lanjutan bagi siswa sekolah unggulan, termasuk mereka yang menempuh pendidikan di Sekolah Garuda.

Di tengah proses seleksi yang berjalan, pemerintah menaruh perhatian pada aspek pemerataan informasi. Sosialisasi diharapkan menjangkau wilayah terpencil agar tidak ada siswa berpotensi yang tertinggal hanya karena kurang akses informasi.

“Kita berharap tidak ada yang missing out. Jangan sampai ada anak pintar yang tidak mendapatkan informasi dan kemudian terlewat dari pendaftaran ini,” ujar Najib.

Dengan target operasional pada pertengahan tahun, penyelesaian pembangunan fisik, seleksi siswa, dan perekrutan guru kini berlangsung bersamaan. Pemerintah berupaya memastikan seluruh komponen siap ketika sekolah mulai digunakan, sekaligus menjadikan program ini sebagai jalur baru untuk mencetak lulusan yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui skema beasiswa negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share