Tragis! Buku Tulis Tak Terbeli, Bocah SD di Ngada Berakhir Gantung Diri di Pohon Cengkih
Ilustrasi.--Pinterest
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Seorang bocah sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon cengkih. Korban adalah siswa kelas 4 SD berusia 10 tahun dengan inisial YBR. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan di lokasi kejadian.
Surat itu ditulis korban menggunakan bahasa daerah Bajawa. Isinya singkat. Satu baris mencerminkan kekecewaan terhadap sang ibu. Selebihnya berisi kalimat perpisahan.
Dalam surat tersebut, YBR menyebut ibunya pelit dan meminta agar ibunya tidak menangis saat ia meninggal.
Berikut isi surat yang ditinggalkan YBR.
Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)
Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)
Molo Mama (Selamat tinggal mama)
BACA JUGA:Kejaksaan Agung Buka Dua Jalur untuk Bawa Pulang Buron Riza Chalid
Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, memastikan surat tersebut memang ditulis oleh korban.
"Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis," kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa 03 Februari 2026.
Dipicu Kebutuhan Sekolah
Hasil penelusuran aparat dan keterangan warga mengarah pada tekanan emosional yang dialami korban. YBR diduga kecewa karena permintaannya untuk dibelikan buku tulis dan pulpen tidak dipenuhi.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengatakan pada malam sebelum kejadian, YBR mendatangi ibunya untuk meminta uang membeli perlengkapan sekolah. Permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News