Tragis! Buku Tulis Tak Terbeli, Bocah SD di Ngada Berakhir Gantung Diri di Pohon Cengkih
Ilustrasi.--Pinterest
Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menyebut pohon cengkih tersebut memiliki tinggi sekitar 15 meter. Tali yang digunakan korban diperkirakan sepanjang lima meter.
YBR tinggal bersama neneknya di pondok kebun itu. Orang tuanya menetap di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR bermalam di rumah orang tuanya. Paginya, ia kembali ke pondok. Ia tidak berangkat ke sekolah.
Saat peristiwa terjadi, nenek korban tidak berada di pondok. Ia menginap di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri.
"Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya," jelas Bernardus.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mengikat ternaknya di kebun tersebut. Setelah selesai, warga itu menuju pondok untuk memberi tahu nenek korban agar memerhatikan ternaknya. Saat itulah tubuh YBR terlihat tergantung di pohon cengkih.
Temuan itu segera dilaporkan ke warga lain dan aparat desa. Polisi kemudian melakukan evakuasi dan penyelidikan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam sekaligus membuka kembali persoalan kemiskinan, akses pendidikan, dan perlindungan anak di wilayah pedesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News