Habib Kribo Kembali 'Beraksi Orasi' Soal Bela NKRI di Atas Mobil Bak, Gus Umar Komentari Videonya: Massanya Cuma Seupil!

Habib Kribo Kembali 'Beraksi Orasi' Soal Bela NKRI di Atas Mobil Bak, Gus Umar Komentari Videonya: Massanya Cuma Seupil!

Pedes! Habib Kribo Kembali Beraksi, Orasi Soal NKRI di Atas Mobil Bak, Gus Umar: Massanya Cuma Seupil!--Tangkapan Layar TikTok @assegafzen


Pedes! Habib Kribo Kembali Beraksi, Orasi Soal NKRI di Atas Mobil Bak, Gus Umar: Massanya Cuma Seupil!||Tangkapan Layar TikTok @assegafzen

"Habib Kribo kembali beraksi, videonya seolah sedang berorasi menyuarakan pembelaan terhadap NKRI viral. Gus Umar pun kasih sindiran tajam: massanya cuma seupil!"

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID -  Belakangan aksi speak-up yang dilakukan Habib Kribo sukses menuai perhatian publik, terlebih warganet.

Bahkan, akhir-akhir ini, aksinya itu semakin gencar baik itu di medsos, televisi hingga offline, sehingga membuat warganet dibuat penasaran.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, video pendakwah bernama asli Habib Zen Assegaf ini kembali viral dan menyita perhatian publik.  

Dalam video yang menyebar luas di medsos tersebut, Habib Kribo tampak turun ke jalanan 'teriak-teriak' layaknya orang berorasi di atas mobil bak.

BACA JUGA:Miris! Video Aksi Siswa-Siswi di Kupang Pesta Miras dan Merokok di Kelas Viral, Tanggapan Pihak Sekolah?

BACA JUGA:Terungkap! Polisi Sebut Video Asusila 61 Detik Mirip Nagita Slavina itu Hasil Rekayasa, 3 Pihak di Balik Viralnya Video itu Jadi Kejaran Polisi?

Video itu pun mendadak viral usai diunggah oleh akun TikTok @assegafzen, dan dimuat ulang oleh akun Twitter tokoh NU Gus Umar, @umar_hasibuan75.

+++++

Dalam video, Habib Kribo tampak lantang menyuarakan pendapatnya, dengan dihadiri oleh sejumlah massa di sekitar mobil bak.
Saat diamati, Habib Kribo berupaya menyuarakan pendapat soal membela NKRI.

"Segala bentuk apapun yang ingin mengganggu NKRI, kita lawan," ujarnya.

Dengan lantang ia menyuarakan jika Indonesia bukan hanya satu kelompok agama saja.

"Negeri ini bukan hanya dipimpin oleh satu kelompok suku agama, jadi tidak ada yang punya hak di sini mewakili mayoritas atau minoritas," sambungnya, dikutip 16 Januari 2022.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber