Hati-hati Pinjol! Kredit Macet Bisa Bikin Susah Dapet Pekerjaan

Hati-hati Pinjol! Kredit Macet Bisa Bikin Susah Dapet Pekerjaan

Sebuah cuitan viral di Twitter telah membagikan kisah sedih tentang lima lulusan baru yang gagal mendapatkan pekerjaan karena masalah kredit macet.--

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sebuah cuitan viral di Twitter telah membagikan kisah sedih tentang lima lulusan baru yang gagal mendapatkan pekerjaan karena masalah kredit macet.

Pengguna akun @kawtus menceritakan bahwa kelima lulusan baru tersebut tidak berhasil melewati proses seleksi di tempat kerjanya karena memiliki skor kredit kolektibilitas 5, yang menandakan kredit macet.

Penting untuk dicatat bahwa skor kredit kolektibilitas 5 merujuk pada situasi ketika seseorang memiliki riwayat pembayaran yang bermasalah, yang dapat termasuk tunggakan pembayaran pinjaman.

BACA JUGA:Ikuti Langkah-langkah Cek BI Checking Lewat HP, Simak Caranya!

Skor ini dapat mempengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan pinjaman atau memenuhi syarat pekerjaan.

Dalam cuitannya, @kawtus menjelaskan bahwa, "Gilaaa. 5 orang freshgrad daftar di kantor tempatku kerja, kelimanya gak ada yang lolos karena BI Checking Kol 5. uwaww." (Senin, 21/8/2023).

BI Checking, yang sekarang dikenal sebagai sistem layanan informasi keuangan (SLIK), berisi sejarah pinjaman seorang debitur, termasuk informasi tentang pembayaran angsuran.

Saat ini, belum ada informasi yang pasti mengenai asal usul kredit macet ini, apakah berasal dari lembaga perbankan resmi, pinjaman online, atau layanan buy now pay later (BNPL).

BACA JUGA:Anies Baswedan Sesumbar Jadi Gubernur DKI Jakarta yang Paling Oke Lanjutkan Program Jokowi: 'Lihat Rekam Jejak!'

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa layanan buy now pay later (BNPL) sekarang telah terhubung dengan sistem layanan informasi keuangan (SLIK).

Ini berarti bahwa jika seseorang memiliki tunggakan pembayaran, hal ini dapat memengaruhi skor kredit mereka.

OJK sedang berupaya untuk mengintegrasikan data SLIK dengan lebih baik, sehingga riwayat kredit individu dapat terlihat dengan jelas.

Namun, ini bisa menjadi masalah bagi mereka yang memiliki tunggakan pinjaman, terutama jika mereka ingin mengajukan pinjaman baru atau mengakses layanan penting lainnya, seperti Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

BACA JUGA:Lagi Ramai Rangka eSAF Keropos, Honda Kini Promosi Jual Rangka eSAF Harga Rp 1 Jutaan!

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: