Kata Kasar Masuk KBBI, Ini Alasan di Baliknya

Kata Kasar Masuk KBBI, Ini Alasan di Baliknya

Ilustrasi kata baku.-Foto: Narabahasa-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pemahaman masyarakat tentang Kamus Besar Bahasa Indonesia selama ini masih kerap keliru. Banyak yang mengira semua kata di dalamnya otomatis merupakan kata baku dan layak dipakai dalam situasi resmi.

Padahal, kamus tersebut justru mencatat bahasa sebagaimana digunakan di masyarakat, lengkap dengan ragam dan tingkatannya.

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Kemendikdasmen, Dora Amalia, menjelaskan bahwa KBBI tidak disusun hanya untuk menampung kata yang dianggap baik atau benar secara formal.

“Di KBBI itu tidak hanya ada kata baku. Tetapi, kata-kata tidak baku pun masuk ke KBBI,” kata Dora kepada wartawan saat ditemui di Sentul, Jawa Barat, dikutip Senin 26 Januari 2026.

Ia mengatakan, KBBI berfungsi sebagai cermin perkembangan bahasa. Karena itu, berbagai bentuk kosakata yang hidup di masyarakat tetap dicatat, meski tidak semuanya bisa digunakan dalam situasi resmi.

BACA JUGA:Yeay! Guru Dapat Banyak Bantuan di 2026, Ini 7 Tunjangan yang Disiapkan Pemerintah

Ragam kosakata yang dimuat

Dora menjelaskan, isi KBBI mencakup banyak kategori kata. Di dalamnya terdapat kata baku, kata tidak baku, ragam cakapan, kata klasik, kata kasar, hingga kata yang sudah jarang dipakai atau obsolet.

“Jadi, kita tidak bisa mempersepsikan bahwa semua kata yang ada di KBBI adalah kata baku,” ujarnya.

Ia mencontohkan kata yang belakangan sering muncul dalam percakapan publik, yakni kapitil. Kata tersebut memang tercantum dalam KBBI, tetapi tidak termasuk kata baku.

“Jadi, termasuk kata yang akhir-akhir ini menjadi viral ya, kapitil, oh tidak ya bukan kata baku kapitil itu adalah kata beragam cakapan. Jadi, tidak dapat digunakan pada ragam resmi atau tulisan berita,” kata Dora.

Menurut dia, pencantuman kata semacam itu bertujuan mencatat fakta penggunaan bahasa, bukan untuk melegitimasi pemakaiannya dalam konteks formal.

BACA JUGA:Catat! Begini Strategi War Tiket Mudik Kereta Api 2026 Agar Tidak Kehabisan

Kata kasar tetap dicantumkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share