Laris Manis! 15 Profesi Ini Bakal Diincar Sampai 2030, Ada Jurusanmu?

Laris Manis! 15 Profesi Ini Bakal Diincar Sampai 2030, Ada Jurusanmu?

15 profesi yang diprediksi banyak diincar hingga 2030.-Ilustrasi-Istimewa

JAKARTA, PostingNews.id - Laporan Future Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum memetakan arah kebutuhan tenaga kerja global hingga 2030. Sejumlah profesi diperkirakan akan tumbuh pesat seiring perkembangan teknologi, perubahan industri, serta pergeseran menuju ekonomi berkelanjutan.

Dalam laporan tersebut, World Economic Forum mencatat sekitar 170 juta lapangan kerja baru akan tercipta. Di sisi lain, sebanyak 92 juta pekerjaan diprediksi akan tergeser. Data ini dihimpun dari lebih dari 1.000 pemberi kerja yang mewakili 14 juta tenaga kerja di berbagai sektor.

Managing Director World Economic Forum, Saadia Zahidi, menyebut laporan ini merangkum pandangan dunia usaha dari berbagai negara.

“Pada edisi tahun ini, menayangkan perspektif lebih dari 1.000 pemberi kerja dan mewakili lebih dari 14 juta pekerja di 22 klaster industri dan 55 sektor ekonomi, memberikan wawasan yang tak tertandingi mengenai lanskap pekerjaan tahun 2025-2030,” tulis Zahidi dalam laporan yang dikutip PostingNews.id, Minggu 18 Januari 2026.

Temuan tersebut menjadi acuan penting bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa aktif dalam menentukan arah studi dan pengembangan keterampilan. Sejumlah jurusan dinilai memiliki prospek kuat karena selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

BACA JUGA:Kabar Baik! Pemerintah Pastikan Para SPPI Program MBG Diangkat Jadi PPPK

Secara umum, bidang teknologi informasi, data, dan rekayasa masih mendominasi. Selain itu, sektor energi bersih dan lingkungan juga mulai menunjukkan peningkatan permintaan tenaga kerja.

Berikut daftar 15 pekerjaan yang diprediksi paling dibutuhkan hingga 2030, lengkap dengan jurusan yang relevan.

  1. Spesialis Big Data.Jurusan yang sesuai antara lain Teknik Informatika, Matematika, Statistika, dan Sains Data.
  2. Spesialis AI dan Machine Learning. Lulusan Teknik Informatika, Kecerdasan Buatan, Ilmu Komputer, serta Sistem Informasi memiliki peluang besar di bidang ini.
  3. Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi. Jurusan yang banyak dibutuhkan meliputi Teknik Informatika, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Sistem Informasi.
  4. Spesialis Keamanan Siber. Pekerjaan ini membutuhkan lulusan Teknik Informatika dan Ilmu Komputer.
  5. Spesialis Manajemen Data. Latar belakang pendidikan yang sesuai antara lain Sistem Informasi, Manajemen Informasi, dan Sains Data.
  6. Desainer UI dan UX. Jurusan yang relevan meliputi Desain Komunikasi Visual serta Sistem Informasi.
  7. Analis dan Ilmuwan Data. Bidang ini banyak diisi lulusan Statistika, Sains Data, Matematika, dan Teknik Informatika.
  8. Analis Keamanan Informasi. Jurusan yang sesuai antara lain Keamanan Siber, Ilmu Komputer, dan Teknik Telekomunikasi.
  9. Insinyur DevOps. Lulusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi banyak dibutuhkan di posisi ini.
  10. Insinyur FinTech. Jurusan yang relevan meliputi Sistem Informasi, Teknik Informatika, serta Manajemen Keuangan atau Ekonomi berbasis teknologi.
  11. Insinyur Kendaraan Listrik dan Otonom. Latar belakang pendidikan yang sesuai antara lain Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Otomotif, dan Robotika.
  12. Spesialis Internet of Things. Jurusan yang dibutuhkan mencakup Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Komputer.
  13. Insinyur Lingkungan. Bidang ini banyak diisi lulusan Teknik Lingkungan, Biologi, dan Geografi Lingkungan.
  14. Insinyur Energi Terbarukan. Jurusan yang relevan meliputi Teknik Energi Terbarukan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Fisika, dan Teknik Kimia.
  15. Pengemudi Layanan Pengiriman. Profesi ini dapat dijalani lulusan SMA. Namun, lulusan Manajemen Logistik dan Transportasi memiliki peluang lebih besar untuk menempati posisi manajerial.

Daftar tersebut menunjukkan arah perubahan kebutuhan tenaga kerja global. Bagi siswa SMA dan SMK yang akan melanjutkan pendidikan, pemilihan jurusan yang selaras dengan tren ini dapat membuka peluang kerja lebih luas setelah lulus. Sementara bagi mahasiswa aktif, penguatan keterampilan menjadi kunci agar tetap relevan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait