Raih Sertifikasi Platinum dari CII GreenCo, TVS Indonesia Perkuat Komitmen Manufaktur Ramah Lingkungan
TVS Indonesia meraih GreenCo Platinum sebagai bukti komitmen menerapkan manufaktur motor yang efisien, hijau, dan berkelanjutan.--TVS Motor Indonesia
POSTINGNEWS.ID -- Bicara soal industri sepeda motor, perhatian konsumen biasanya lebih banyak tertuju pada desain, fitur, performa mesin, sampai harga jual.
Padahal, ada proses panjang di balik sebuah motor sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Mulai dari pemakaian energi di pabrik, pengelolaan limbah, penggunaan air, hingga upaya menekan emisi, semuanya punya pengaruh besar terhadap lingkungan.
Hal inilah yang kini semakin menjadi perhatian di industri otomotif modern. Pabrik kendaraan tidak hanya dituntut produktif, tetapi juga harus mampu menjalankan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah tersebut ditunjukkan PT TVS Motor Company Indonesia setelah berhasil meraih sertifikasi Platinum dari CII GreenCo lite Certification sebagai bentuk pengakuan atas penerapan praktik manufaktur ramah lingkungan di fasilitas produksi TVS Indonesia.
BACA JUGA:TVS Rilis Warna Baru Emerald Green untuk Callisto 125, Tampil Lebih Elegan dan Berkelas
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa TVS Indonesia tidak hanya fokus menghadirkan produk roda dua untuk konsumen.
Lebih dari itu, perusahaan juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dalam operasional pabrik.
Di tengah perkembangan industri otomotif yang makin kompetitif, efisiensi produksi memang penting. Namun, efisiensi tersebut kini perlu berjalan seimbang dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Lewat sertifikasi ini, TVS Indonesia dinilai mampu menerapkan pendekatan manufaktur yang lebih menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan dampak lingkungan.
BACA JUGA:TVS Ronin 2026 Meluncur di Indonesia, Ini Detail Ubahannya
Dinilai dari Banyak Aspek Lingkungan
Untuk meraih predikat Platinum ini, TVS Indonesia harus melewati proses penilaian yang cukup ketat dari CII.
Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah aspek penting dalam operasional pabrik. Di antaranya efisiensi energi, pengelolaan emisi gas rumah kaca atau GRK, konservasi air menuju status Water Positive, serta manajemen limbah berbasis Zero Waste to Landfill.
Tidak hanya itu, aspek Product Stewardship atau tanggung jawab terhadap siklus hidup produk juga ikut menjadi bagian dari penilaian.
Dengan cakupan tersebut, sertifikasi GreenCo tidak hanya menilai apakah sebuah pabrik hemat energi, tetapi juga melihat bagaimana perusahaan mengelola keberlanjutan secara lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
