Bos Maxim Menyamar Jadi Driver Selama Dua Hari, Ini yang Mereka Temukan
-Foto: Antara-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sejumlah pejabat tinggi perusahaan Maxim memilih meninggalkan ruang kantor dan turun langsung ke jalan. Mereka menjalani peran sebagai pengemudi ojek online untuk merasakan sendiri dinamika operasional layanan harian.
Aksi tersebut dipimpin Development Director Maxim, Dirhamsyah, bersama beberapa Head of Subdivision wilayah Jabodetabek. Selama dua hari, mereka beroperasi sebagai pengemudi Maxim Bike. Dalam satu hari, masing-masing menerima belasan pesanan, bekerja sejak pagi hingga menjelang malam.
Pengalaman itu memperlihatkan pola aktivitas layanan di sejumlah titik padat ibu kota. Untuk mendapatkan penumpang, mereka menunggu di kawasan dengan mobilitas tinggi seperti Sarinah, Sudirman, dan Tebet. Area tersebut dikenal sebagai simpul pergerakan pekerja dan pengguna transportasi umum.
Dari pengamatan di lapangan, mayoritas pelanggan memilih layanan Maxim Bike karena faktor biaya perjalanan. Fitur Bike Sangat Hemat disebut menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang membutuhkan transportasi singkat dengan tarif lebih rendah.
Keterlibatan langsung manajemen memungkinkan interaksi tanpa perantara dengan penumpang. Mereka mendengar keluhan, tanggapan, hingga kebiasaan pengguna saat memesan layanan.
BACA JUGA:PDIP Wanti-wanti Soal ISF di Gaza, Jangan Sampai TNI Terseret Eskalasi
Pada saat yang sama, aplikasi pengemudi turut diuji dalam kondisi operasional nyata untuk menilai kenyamanan penggunaan serta kebutuhan pengembangan sistem.
“Dengan turun langsung sebagai pengemudi, kami jadi bisa melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan sebenarnya. Mulai dari menerima order, bertemu penumpang, sampai menjalankan aplikasi, semuanya kami rasakan langsung. Dari situ, Maxim bisa tahu apa saja yang perlu tingkatkan demi kualitas layanan yang semakin baik ke depan,” ujar Dirhamsyah, melalui rilis pers, Senin 16 Februari 2026.
Hasil evaluasi awal menunjukkan sistem layanan berjalan relatif stabil. Penerapan teknologi verifikasi wajah yang digunakan untuk meningkatkan keamanan turut menjadi perhatian. Perusahaan menilai fitur tersebut sudah berjalan, namun masih membutuhkan edukasi tambahan agar mitra pengemudi semakin memahami prosedurnya.
Dirhamsyah menuturkan tarif ekonomis menjadi alasan penting di balik tingginya penggunaan layanan. Banyak pelanggan memanfaatkan perjalanan Maxim Bike sebagai penghubung menuju moda transportasi lain seperti commuter line dan LRT.
Pola tersebut menunjukkan ojek daring semakin berperan sebagai bagian dari rantai perjalanan harian masyarakat kota.
BACA JUGA:Rocky Gerung Soroti Surplus Gelar dan Sempitnya Ruang Intelektual
Menurut dia, langkah manajemen turun langsung ke lapangan merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan. Pendekatan tersebut dinilai membantu perusahaan membaca persoalan secara utuh, baik dari sisi pengemudi maupun penumpang.
Program serupa direncanakan berlangsung secara rutin. Temuan dari pengalaman lapangan akan dijadikan bahan penyempurnaan layanan, mengikuti perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus bergerak dinamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News