SPPG Dumai Disuspend Usai Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Ini Temuan Awalnya
Dugaan keracunan MBG di Dumai membuat SPPG disuspend. Puluhan siswa dirawat, sementara penyebab makanan masih menunggu hasil laboratorium.-Ilustrasi by Olah Digital-
Pencicipan atau pemeriksaan rasa dilakukan oleh pihak SPPG dan kemudian diperiksa kembali pihak sekolah.
Jika makanan menunjukkan tanda tidak layak ketika tiba, paket seharusnya tidak dibagikan kepada penerima.
Langkah tersebut penting untuk memberikan kesempatan terakhir melakukan pencegahan sebelum makanan sampai kepada siswa.
BACA JUGA:Sebut Keracunan MBG Itu Wajar, Prabowo: Biasa Itu, yang Penting Pemerintah Tanggung Jawab
Mengapa pemeriksaan makanan sebelum dibagikan sangat penting?
Sekolah menjadi salah satu titik terakhir yang dapat menghentikan distribusi makanan apabila ditemukan masalah kualitas.
Pemeriksaan visual, aroma, kondisi kemasan, dan informasi distribusi dapat membantu mendeteksi indikasi awal.
Namun, pemeriksaan sederhana tidak dapat menggantikan pengujian laboratorium untuk menentukan kontaminasi atau penyebab penyakit.
Karena itu, prosedur pengawasan harus dilakukan berlapis mulai dari dapur hingga makanan diterima siswa.
Pengawasan yang konsisten juga dapat membantu mencegah makanan bermasalah kembali masuk ke rantai distribusi.
Program MBG membutuhkan standar keamanan pangan yang kuat karena penerimanya termasuk anak-anak dan kelompok rentan.
BACA JUGA:48 Persen Keracunan dari MBG, PKS Minta Dapur Nakal Ditertibkan
Apa yang harus dilakukan sekolah jika makanan MBG terlihat tidak layak?
Sekolah sebaiknya tidak membagikan makanan apabila terdapat perubahan aroma, warna, tekstur, atau kondisi kemasan.
Pihak sekolah juga perlu segera menghubungi penyedia makanan dan pihak terkait untuk mendapatkan arahan.
Sisa makanan sebaiknya diamankan agar dapat digunakan sebagai sampel apabila pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Jika siswa mengalami keluhan kesehatan, sekolah perlu segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
