Banner Internal

Lima Peserta Tewas, Kemhan Pangkas Latihan Fisik Latsarmil Kopdes Merah Putih

Lima Peserta Tewas, Kemhan Pangkas Latihan Fisik Latsarmil Kopdes Merah Putih

Kemhan mengurangi latihan fisik dan taktis latsarmil Kopdes Merah Putih setelah lima peserta meninggal selama program berlangsung.-Foto: Smart Info-

JAKARTA, PostingNews.id – Kementerian Pertahanan akhirnya melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini diambil setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia dalam sepuluh hari pertama pelaksanaan program.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan evaluasi dilakukan dengan memangkas porsi latihan fisik maupun kegiatan taktis yang bernuansa militer.

“Penyesuaian dilakukan dengan mengurangi kegiatan fisik dan taktis yang bernuansa militer,” kata Rico saat dihubungi pada Ahad, 28 Juni 2026.

Menurut Rico, materi pelatihan yang tersisa kini lebih difokuskan pada pembentukan disiplin dan kebugaran dasar. Peserta hanya akan mengikuti kegiatan seperti senam pagi, olahraga ringan, apel, baris-berbaris, pengenalan lingkungan, hingga aktivitas lapangan dengan intensitas yang lebih ringan dibanding sebelumnya.

Selain mengurangi beban latihan, Kementerian Pertahanan juga mulai memetakan kondisi kesehatan setiap peserta. Mereka yang memiliki riwayat penyakit atau faktor risiko kesehatan diberi penanda berupa pita putih agar memperoleh perlakuan khusus selama mengikuti pelatihan.

BACA JUGA:Prabowo Klaim TikTok Kini Jadi Jalur Cepat ke Istana, Curhat Warga Desa Disebut Langsung Ditindaklanjuti

“Bagi peserta yang memiliki kondisi medis atau faktor risiko kesehatan sudah diberi penandaan khusus pita putih,” ujar Rico.

Ia menjelaskan peserta yang mengenakan pita putih tidak akan dibebani aktivitas fisik secara berlebihan. Seluruh kegiatan fisik yang mereka jalani disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

“Prinsipnya esensi pembentukan disiplin dan karakter tetap berjalan, tapi pelaksanaannya dibuat lebih adaptif terhadap peserta berlatar belakang sipil,” ucapnya.

Kemhan juga memastikan pendekatan pembinaan disiplin ikut diubah. Pelanggaran yang dilakukan peserta tidak lagi direspons dengan hukuman fisik berlebihan, melainkan melalui metode pembinaan yang lebih edukatif.

“Sudah dibuat terukur. Penekanannya lebih pada pembinaan edukatif,” kata Rico.

Gelombang pertama latihan dasar militer berlangsung mulai 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dan diikuti 35.476 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

BACA JUGA:Prabowo Bilang TikTok Kini Jadi Jalur Aspirasi Istana, Curhat Warga Desa Diklaim Langsung Ditindaklanjuti

Namun, pelaksanaan program itu diwarnai kabar duka. Dalam kurun sepuluh hari pertama, lima peserta meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share