Warga Gunung Jawa Barat Kompak Lawan Geotermal, Air dan Sawah Dianggap Bakal Jadi Korban
Warga Gunung Tampomas, Ciremai, Gede Pangrango, dan Cisolok menolak geotermal karena khawatir sumber air dan lahan pertanian terdampak.-Foto: Antara-
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dalam laporan yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pada 2024, pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik pada dasarnya melibatkan aktivitas pengeboran dan penambangan bawah permukaan.
Proses tersebut dilakukan melalui pembangunan sumur produksi untuk mengalirkan gas atau fluida panas dari dalam bumi ke permukaan sebelum diolah menjadi energi listrik. Selain itu terdapat sumur injeksi yang berfungsi memasukkan kembali fluida ke dalam lapisan bumi ketika cadangannya mulai berkurang.
Bagi warga pegunungan Jawa Barat, persoalannya bukan semata soal listrik hijau atau energi bersih. Yang mereka pertanyakan justru lebih mendasar. Ketika proyek datang membawa janji energi masa depan, siapa yang menjamin sawah, kebun, dan mata air yang selama ini memberi hidup tidak ikut menghilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

