Iklan Internal Kiriman Naskah

Jokowi Dibilang Dibentuk Elite, Dia Ngaku Orang Kampung dan Ogah Klaim Jasa Siapa Pun

Jokowi Dibilang Dibentuk Elite, Dia Ngaku Orang Kampung dan Ogah Klaim Jasa Siapa Pun

Jokowi tanggapi klaim Jusuf Kalla soal perannya di Pilpres 2014, sebut dirinya orang kampung dan penilaian datang dari rakyat.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Mantan Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara soal klaim yang menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari campur tangan elite. Pernyataan itu muncul setelah Jusuf Kalla mengaku punya peran dalam proses pencalonannya di Pilpres 2014.

Alih-alih menanggapi dengan panjang lebar, Jokowi justru merendah. Ia menegaskan dirinya bukan siapa-siapa dan tak ingin membesar-besarkan peran siapa pun dalam karier politiknya.

“Saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin, 20 April 2026.

Pernyataan itu seolah jadi jawaban singkat atas klaim Jusuf Kalla yang sebelumnya mengaku sempat mengingatkan Megawati Soekarnoputri saat hendak mengusung Jokowi pada Pilpres 2014.

BACA JUGA:Masuk BRICS Kilat Banget, Prabowo Bangga Tapi Malah Bilang Indonesia Masih Harus Belajar

“Belum cukup berpengalaman, nanti rusak negeri ini,” ujar Kalla dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Jokowi tak terpancing. Ia memilih menegaskan bahwa penilaian terhadap dirinya bukan datang dari dirinya sendiri, melainkan dari publik yang memilihnya dalam pemilu.

“Yang menilai bukan saya,” ujarnya singkat.

Di tengah silang klaim soal siapa paling berjasa, Sekretaris Jenderal BaraJP Boy Nababan ikut angkat bicara. Ia menilai kemenangan Jokowi bukan hasil satu atau dua tokoh, melainkan proses panjang yang ditentukan rakyat.

“Pak Jokowi bukan berasal dari elite politik besar, bukan ketua umum partai, dan bukan pula dari kalangan ekonomi kuat. Ia representasi masyarakat biasa yang mendapat kepercayaan publik,” kata Boy dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, sejak 2013 Jokowi mulai dilihat sebagai simbol harapan baru. Dukungan mengalir dari berbagai kelompok relawan, termasuk BaraJP yang berdiri pada Juni 2013 dan menjadi bagian dari gerakan politik berbasis akar rumput saat itu.

BACA JUGA:Fiskal Indonesia Disebut Masuk Zona Kritis

Meski demikian, Boy menegaskan pihaknya tak ingin ikut-ikutan mengklaim peran terbesar dalam kemenangan tersebut.

“BaraJP hanya bagian kecil dari proses panjang itu. Yang menentukan tetap rakyat Indonesia,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share