Isu Jatuhkan Prabowo Meledak, Gerindra Tuduh Ada Nafsu Kuasa di Balik Kritik Saiful Mujani
Wacana menjatuhkan Prabowo memicu polemik, Gerindra tuding Saiful Mujani punya motif politik di balik kritiknya terhadap pemerintah-Foto: Antara-
“Prabowo tidak presidensial. Seorang presiden yang presidensial bagi saya adalah yang inklusif, menerima keragaman aspirasi, bersikap dan bertindak beyond partisan politics,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Mujani juga menyinggung jalur konstitusional untuk mengganti presiden, yakni melalui DPR. Namun ia meragukan opsi itu realistis karena menurutnya kekuatan politik saat ini masih berada di bawah kendali Prabowo.
Sementara menunggu Pemilu 2029 dianggap terlalu lama. Ia menilai kebijakan yang berjalan saat ini berpotensi membawa dampak buruk jika tidak segera dikoreksi.
Di tengah tarik-menarik ini, wacana menjatuhkan presiden bukan lagi sekadar diskursus akademik, melainkan sudah masuk wilayah politik yang rawan memicu benturan kepentingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
