Sering Ke Luar Negeri Dibilang Jalan Jalan, Prabowo Ngotot Itu Demi Amankan Minyak
Prabowo jawab kritik soal sering ke luar negeri, sebut kunjungan itu demi amankan minyak dan kepentingan energi nasional.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal sorotan publik terhadap intensitas kunjungan luar negerinya. Di tengah kritik yang menyebut dirinya terlalu sering bepergian, Prabowo justru menegaskan langkah itu bagian dari strategi mengamankan kepentingan energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam forum yang dihadiri ratusan pejabat itu, Prabowo bicara soal beban jabatan presiden yang menurutnya jauh dari kata ringan.
“Jadi saudara-saudara jangan anggap berdiri di sini ini pekerjaan yang enak,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala negara bukan sekadar simbol, melainkan penuh tekanan dan tanggung jawab besar. Bahkan, ia menyinggung pengalaman pribadinya setelah empat kali mengikuti pemilihan presiden sebelum akhirnya terpilih.
BACA JUGA:Rumah Jokowi Disulap Jadi Tembok Ratapan di Roblox, Ajudan Tanggapi Santai
“Yang mau jadi presiden, selamat, benar-benar. Aku sudah terlanjur jadi aku harus kerja keras. Enggak ada libur saya,” ujarnya.
Di tengah kritik soal frekuensi lawatan luar negeri, Prabowo menilai persepsi publik kerap tak sejalan dengan realitas di lapangan. Ia menepis anggapan bahwa kunjungannya hanya sebatas perjalanan biasa.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak ya kita harus ke mana-mana,” ucapnya.
Menurut Prabowo, kunjungan luar negeri menjadi bagian dari upaya menghadapi gejolak harga minyak dunia yang kian tidak stabil. Ia mencontohkan lawatannya ke Jepang pada akhir Maret 2026, yang disebutnya sekaligus untuk memburu peluang kerja sama investasi bagi Indonesia.
BACA JUGA:Prabowo Santai Hadapi Isu Lengser, Impeachment Boleh Tapi Jangan Lewat Jalan Gelap
Meski belum mengungkap tujuan berikutnya, Prabowo memastikan dalam waktu dekat akan kembali melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia mengklaim agenda tersebut telah dirancang untuk menjaga kepentingan strategis Indonesia.
Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah melakukan setidaknya 35 kali kunjungan luar negeri dalam kurun sekitar satu setengah tahun. Terbaru, ia melawat ke Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Dalam forum yang sama, Prabowo juga menyinggung situasi global yang makin tidak menentu. Konflik di Timur Tengah, krisis energi, hingga lonjakan harga minyak dunia menjadi latar belakang kebijakan yang ia ambil.
Tak hanya itu, ia juga sempat menyinggung kelompok-kelompok yang menurutnya enggan diajak bekerja sama. Pernyataan ini mempertegas bahwa di tengah tekanan global, pemerintah juga menghadapi dinamika internal yang tak kalah rumit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
