Iklan Internal Kiriman Naskah

Dunia Makin Panas Indonesia Tetap Main Aman, Lodewijk Jual Jurus Bebas Aktif

Dunia Makin Panas Indonesia Tetap Main Aman, Lodewijk Jual Jurus Bebas Aktif

Di tengah konflik global memanas, Lodewijk tegaskan Indonesia tetap jalankan politik bebas aktif untuk jaga stabilitas dan kepentingan nasional.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah kembali menegaskan sikap klasik di tengah dunia yang makin berisik oleh konflik. Di saat tensi global meningkat, Indonesia memilih tetap berdiri di jalur bebas aktif, sebuah posisi yang sering terdengar ideal tapi diuji di lapangan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk F. Paulus menyebut sikap tersebut sebagai strategi menjaga stabilitas nasional sekaligus melindungi kepentingan negara.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam kuliah umum di Lemhannas, Jakarta, Selasa, 7 April 2026. Dalam paparannya, Lodewijk menggarisbawahi perubahan global yang semakin kompleks, mulai dari geopolitik, geoekonomi hingga teknologi yang memunculkan ancaman baru, baik yang terlihat maupun yang tak kasatmata.

“Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama untuk menjamin tegaknya hukum dan ketertiban, menjaga stabilitas kehidupan nasional, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan dan keamanan masyarakat,” ujar Lodewijk, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Menurut dia, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang strategis memaksa pemerintah untuk tidak gegabah dalam menentukan arah kebijakan luar negeri. Pendekatan yang diambil tetap mengedepankan keseimbangan, termasuk memperkuat hubungan dengan negara lain melalui prinsip bertetangga baik.

BACA JUGA:Karakter Juara Hilang? Mbappe Disemprot Usai Madrid Keok di Mallorca, Dibandingkan sama CR7!

Ia juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi semacam mantra diplomasi Indonesia saat ini.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini mencerminkan orientasi diplomasi Indonesia yang mengedepankan kerja sama dan stabilitas kawasan,” kata dia.

Di balik narasi itu, realitas global justru bergerak ke arah sebaliknya. Konflik di Timur Tengah memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memicu balasan terbuka. Ketegangan antarnegara melebar dan membuka risiko konflik yang lebih luas di kawasan strategis dunia.

Dampaknya tak hanya terasa di medan perang. Tekanan ekonomi mulai muncul seiring kenaikan harga energi dan terganggunya jalur perdagangan global. Di sisi lain, sektor pertahanan ikut terdorong meningkatkan kewaspadaan karena potensi ancaman yang makin beragam.

Dalam situasi seperti ini, pilihan Indonesia untuk tetap berada di jalur bebas aktif kembali diuji. Di satu sisi ingin menjaga semua hubungan tetap baik, di sisi lain dunia semakin terbelah dan memaksa negara-negara menentukan posisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share