Ucapan Hari Nyepi 1948

Prabowo Temui Mega Diam-Diam di Ramadan, Bahas Negara atau Peta Kekuasaan

Prabowo Temui Mega Diam-Diam di Ramadan, Bahas Negara atau Peta Kekuasaan

Pertemuan Prabowo dan Megawati di Istana saat Ramadan berlangsung dua jam, bahas geopolitik hingga isu dalam negeri picu spekulasi politik-Foto: IG @sekretariat.kabinet-

JAKARTA, PostingNews.id – Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan yang berlangsung di bulan Ramadan itu disebut berjalan hangat, bahkan lebih dari dua jam.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Megawati langsung menceritakan isi pertemuan tersebut kepadanya. Ia menyebut suasana pertemuan berlangsung cair layaknya dua tokoh lama yang kembali duduk bersama.

“Ibu Megawati menyampaikan kepada saya bahwa itu adalah pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab selama lebih dari dua jam,” kata Hasto.

Pertemuan itu digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026. Momen tersebut terjadi di penghujung Ramadan, tepat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurut Hasto, pembicaraan keduanya tidak sekadar basa-basi. Megawati dan Prabowo disebut membahas banyak hal, mulai dari persoalan dalam negeri hingga dinamika geopolitik global.

 

Megawati, yang pernah memimpin Indonesia, juga berbagi pengalaman dalam menghadapi krisis. Dalam diskusi itu, ia menekankan pentingnya ketepatan prioritas dan kecepatan bertindak dalam pemerintahan.

BACA JUGA:Kasus Air Keras Andrie Makin Janggal, Polisi dan TNI Beda Cerita

Hasto menyebut, dalam isu global, Megawati mengingatkan peran historis Indonesia di panggung dunia. “Khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Nonblok, dan berbagai peran penting dalam membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif,” ujarnya.

Tak hanya itu, Megawati juga disebut menceritakan pengalaman kunjungannya ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi kepada Prabowo. Pertemuan tersebut, kata Hasto, menjadi ruang bertukar pikiran antar pemimpin bangsa.

“Ibu Megawati juga menceritakan kunjungan terakhir Beliau ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia,” ucapnya.

Ia menilai pertemuan tersebut mencerminkan budaya politik Indonesia yang mengedepankan dialog dan gotong royong, bukan sekadar rivalitas.

“Pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” kata Hasto.

Di sisi lain, Sekretariat Kabinet turut mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui media sosial resminya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share