Prabowo Ogah Hadir di Buka Puasa Demokrat, AHY: Katanya Kurang Enak Badan

Prabowo Ogah Hadir di Buka Puasa Demokrat, AHY: Katanya Kurang Enak Badan

Prabowo absen di buka puasa Demokrat. AHY mengatakan presiden kurang enak badan saat situasi geopolitik Timur Tengah memanas.-Foto: Antara-

Diskusi itu, menurut AHY, menjadi upaya awal pemerintah dalam membaca arah perubahan geopolitik dunia.

Selat Hormuz dan Ancaman Energi

Salah satu kekhawatiran utama yang disoroti AHY adalah potensi gangguan di Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Jika konflik meluas hingga kawasan tersebut, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara Timur Tengah, tetapi juga negara pengimpor energi seperti Indonesia.

BACA JUGA:Rocky Gerung Bela Alumni LPDP Soal Paspor Inggris, Patriotisme Tak Diukur dari Warna Dokumen

“Misalnya ketika terjadi ketegangan yang berlanjut dan meluas di Timur Tengah, termasuk di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital energi dunia, ini akan punya dampak tertentu terhadap ekonomi kita,” ujarnya.

Gangguan pasokan energi global bisa mendorong kenaikan harga minyak dan gas yang kemudian berimbas pada inflasi serta biaya produksi dalam negeri.

Dalam konteks itu, AHY menilai pemerintah harus memastikan konflik di kawasan Teluk tidak mengganggu stabilitas nasional. Ketahanan energi dan pangan menjadi dua sektor yang paling rentan terhadap guncangan global.

Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi domestik agar agenda pembangunan tetap berjalan.

“Dan Indonesia tetap bisa fokus pada agenda pembangunan termasuk di bidang infrastruktur,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut.

Bagi pemerintah, tantangannya bukan hanya menjaga stabilitas politik dalam negeri. Gejolak global yang terus berkembang juga menuntut kesiapan menghadapi skenario yang lebih kompleks.

Di tengah situasi itu, absennya Prabowo dari panggung politik domestik malam itu mungkin sekadar soal kesehatan. Namun pesan yang disampaikan para elite politik justru memperlihatkan hal lain. Indonesia sedang bersiap menghadapi kemungkinan dunia yang semakin tidak stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait