Beasiswa Sekolah Garuda Full Setahun, Tahun Berikutnya Minimal 80 Persen
Pemerintah memberi beasiswa penuh Sekolah Garuda di tahun pertama, lalu minimal 80 persen pada tahun berikutnya dengan fasilitas akses kampus luar negeri.-Foto: Antara-
JAKARTA, PostingNews.id — Program Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru diproyeksikan menjadi jalur pendidikan elite berbasis talenta sains dan teknologi. Namun skema pembiayaannya tidak sepenuhnya gratis sepanjang masa studi. Pemerintah hanya menanggung beasiswa penuh pada tahun pertama, sementara pada tahun-tahun berikutnya bantuan minimal berada di level 80 persen.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Ardi Findyartini mengatakan skema itu disiapkan agar ada ruang keterlibatan masyarakat dalam pembiayaan pendidikan siswa.
“Untuk tahun-tahun berikutnya sekurang-kurangnya 80 persen. Karena kami juga berharap bisa memberikan ruang partisipasi masyarakat untuk siswa di SMA Unggul Garuda Baru,” ujar Ardi dalam konferensi pers sosialisasi Sekolah Garuda di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2026.
Pola pembiayaan tersebut sekaligus menandai bahwa program ini tidak hanya mengandalkan anggaran negara, tetapi juga membuka kemungkinan dukungan dari berbagai pihak.
BACA JUGA:Purbaya Curiga Isu Gratifikasi Pejabat Kemenkeu Sengaja Diembuskan
Ardi yang akrab disapa Titin menjelaskan sekolah ini dirancang dengan fasilitas yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar di kelas. Pemerintah menyiapkan pemetaan kemampuan bahasa Inggris bagi setiap siswa sebagai langkah awal untuk membuka peluang studi lanjut.
Selain itu, siswa akan difasilitasi dalam proses pendaftaran ke perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, termasuk untuk kebutuhan administrasi yang menjadi syarat utama seleksi internasional.
“Nanti ada fasilitasi pendaftaran untuk ke perguruan tinggi luar negeri terutama yang memang harus aplikasi untuk mendapatkan letter of acceptance,” ujarnya.
Skema itu menunjukkan Sekolah Garuda diarahkan sebagai jalur percepatan bagi siswa berprestasi untuk masuk ke kampus-kampus global.
BACA JUGA:Tak Tinggal Diam, UGM Aktifkan Perlindungan ke Ketua BEM Usai Teror Terkait Kasus Anak NTT
Terbuka untuk Siswa Berbakat dari Seluruh Daerah
Pemerintah menegaskan penerimaan murid tidak dibatasi wilayah. Seluruh anak Indonesia dengan kemampuan intelektual tinggi memiliki peluang yang sama selama memenuhi persyaratan.
Titin mengatakan latar belakang ekonomi tetap menjadi pertimbangan utama. Siswa dari keluarga kurang mampu akan diprioritaskan agar program ini menjadi instrumen mobilitas sosial berbasis pendidikan.
Peserta didik yang diterima juga harus siap tinggal di asrama dan mengikuti seluruh program pengembangan diri yang telah disusun sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News