Pramono Anung Ogah Masuk Gorong-Gorong, Pilih Kerja Bakti Lewat Kebijakan
Pramono Anung.-Foto: Antara-
"Karena yang kotorin Jakarta kita juga, yang bersihkan harus kita juga," kata JK.
Ia lalu mengingatkan dampak banjir yang berulang terjadi di ibu kota. Dalam banyak kasus, warga kecil menjadi pihak yang paling merasakan akibatnya.
"Jangan lupa begitu banjir yang kena lebih banyak rakyat kecil. Orang di Menteng, di Kebayoran, di Pondok Indah tidak kena banjir. Yang kena rakyat kecil, jadi kita harus bertanggung jawab untuk itu," ujar JK.
BACA JUGA:Prabowo Titah Zulhas Jaga Harga Sembako Jangan Sampai Naik Jelang Ramadan
JK meminta warga menjaga kebersihan lingkungan terdekat dari rumah hingga tempat usaha. Selokan di depan rumah atau bangunan, kata dia, harus dibersihkan oleh pemiliknya masing-masing.
"Karena itu kita minta kepada seluruh warga Jakarta bertanggung jawab pada rumahnya masing-masing. Artinya, semua selokan di muka rumahnya, apakah kantornya, apa rukonya, harus dia bersihkan. Harus bersih sendiri, kalau tidak, banjir kena dampaknya ke kita sendiri," ucapnya.
Ia juga menyinggung praktik di sejumlah negara yang menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar kebersihan. Denda dikenakan bagi warga yang membiarkan lingkungan rumah kotor atau membuang sampah sembarangan.
"Kalau di Singapura di muka rumah ada bintik-bintik saja didenda yang punya rumah. Didenda kalau kita seenaknya buang sampah di depan rumah," kata JK.
Di akhir pernyataannya, JK mengajak warga bercermin saat banjir melanda. Ia meminta masyarakat tidak langsung menyalahkan pemerintah.
BACA JUGA:Ubah Apartemen Jadi Safe House, Cara Pejabat Bea Cukai Simpan Uang Hasil Suap Impor Barang KW
"Kepada masyarakat kita minta begitu, jadi kita bersama-sama. Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?" ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News