Unggahan Terakhir Pramugari Pesawat ATR 42-500 sebelum Jatuh

Unggahan Terakhir Pramugari Pesawat ATR 42-500 sebelum Jatuh

Florencia Lolita, salah satu awak kabin yang hilang dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500.--Foto: Istimewa.

“Setelah itu kami dengar pesawat Olen hilang kontak,” ujar Natalia.

Sejak kabar tersebut menyebar, keluarga diliputi kecemasan. Harapan dan ketakutan berjalan beriringan. Keluarga dari Manado dan Jakarta kini berada di Makassar untuk mengikuti proses identifikasi korban.

Mereka menjalani tahapan pemeriksaan antemortem dan postmortem di rumah sakit rujukan. Data medis, rekam gigi, sidik jari, hingga DNA dikumpulkan demi memastikan identitas korban secara akurat. Proses itu berat, namun harus dijalani demi kepastian.

BACA JUGA:Terjebak Api Saat Terlelap, Lansia di Pamekasan Meninggal Dunia

Di kampung halaman Olen di Kendis, suasana duka terasa kental. Warga berkumpul, menyalakan lilin, dan mengirimkan doa. Bagi mereka, Olen dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum.

“Dia selalu bawa oleh-oleh kalau pulang. Anak baik dan suka berbagi,” ujar salah seorang warga.

Di lingkungan kerja, Olen dikenal sebagai pramugari yang penuh perhatian. Ia tak hanya menjalankan prosedur keselamatan, tetapi juga memberi rasa tenang kepada penumpang, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang membutuhkan bantuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share