Lonjakan 1,8 Juta Ton Padi! Banten Diam-diam Menjelma Jadi Raksasa Pangan Baru
Andra Soni Gubernur Banten 1200-@andrasoni12-Instagram
BACA JUGA:Xabi Alonso Cabut, Vinicius Junior Langsung Perpanjang Kontrak dengan Gaji Selangit!
Berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat ternyata memberikan dampak yang sangat signifikan di lapangan.
Petani kini menikmati harga pupuk yang lebih terjangkau serta jaminan harga jual gabah Rp6.500 per kilogram.
Infrastruktur pengairan sawah juga telah diperbaiki secara menyeluruh oleh dinas terkait pusat maupun daerah.
Langkah ini terbukti efektif dalam memacu semangat produksi para petani lokal setiap harinya.
BACA JUGA:Tecno Spark Go 3 Resmi Rilis: Layar 120Hz dan Baterai Jumbo dengan Harga Rp 1 Jutaan!
Pemerintah Provinsi Banten tetap berkomitmen melindungi lahan hijau di tengah gempuran investasi pabrik yang tinggi.
Aturan tata ruang diterapkan secara ketat untuk mencegah alih fungsi sawah produktif menjadi pabrik.
Upaya pencetakan sawah baru juga sedang digalakkan demi masa depan pangan daerah yang aman.
Keberlanjutan agraris menjadi prioritas utama pemerintah di samping pertumbuhan sektor industri manufaktur.
BACA JUGA:5 Manfaat Ubi Cilembu yang Jarang Diketahui Orang, Ternyata Cocok untuk Penderita Diabetes Loh
Sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif pertanian ini kedepannya.
Optimisme tinggi diusung pemerintah untuk menghadapi target panen raya pada tahun 2026 nanti.
“Dengan dukungan Forkopimda, insyaallah kita akan terus meningkatkan produksi padi di tahun 2026 dan menjaga ketahanan pangan Banten tetap berkelanjutan,” jelasnya.
Harapan besar kini tertumpu pada konsistensi pelaksanaan program tersebut oleh semua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News