Ucapan Hari Nyepi 1948

Andrie Yunus Disiram Air Keras, KontraS Desak Panglima hingga Menhan Diperiksa, Kasus Dibilang Tak Boleh Gelap

Andrie Yunus Disiram Air Keras, KontraS Desak Panglima hingga Menhan Diperiksa, Kasus Dibilang Tak Boleh Gelap

Andrie Yunus disiram air keras, KontraS desak Panglima TNI dan Menhan diperiksa agar kasus tak gelap di tengah perbedaan data aparat-Foto: Hukumonline-

“Empat tersangka sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu, 18 Maret 2026.

Perbedaan data ini membuat Kontras bersama koalisi masyarakat sipil mendorong keterlibatan lembaga independen seperti Komnas HAM dan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta.

Kasus ini sendiri bermula saat Andrie Yunus diserang orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Ia disiram cairan kimia korosif yang mengenai lengan, dada, wajah hingga mata.

Catatan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar lebih dari 20 persen. Serangan itu diduga bukan kebetulan, melainkan berkaitan dengan aktivitasnya sebagai pembela HAM.

Sebelum kejadian, Andrie disebut menerima teror dari delapan nomor tak dikenal pada 9 hingga 11 Maret 2026. Sebagian nomor terindikasi penipuan dan pinjaman daring.

Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya menyebut rekannya diserang usai merekam siniar bertema remiliterisasi dan uji materi undang-undang TNI.

Teror terhadap Andrie bukan hal baru. Setahun sebelumnya, ia juga vokal menolak revisi Undang-Undang TNI hingga sempat mendatangi rapat tertutup di sebuah hotel di Jakarta.

Setelah aksi tersebut, tekanan terhadapnya disebut meningkat, mulai dari telepon misterius hingga aktivitas kendaraan taktis TNI di sekitar kantor Kontras.

Kini publik menunggu, apakah aparat benar-benar berani membongkar kasus ini sampai ke akar, atau justru berhenti di level pelaku lapangan saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait