Kornea Mata Aktivis KontraS Andrie Yunus Rusak Parah Usai Disiram Air Keras
RSCM mengungkap kornea mata aktivis KontraS Andrie Yunus rusak parah akibat siraman air keras. Korban mengalami luka bakar dan trauma kimia.-Foto: Dok. KontraS-
JAKARTA, PostingNews.id — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo memaparkan kondisi terbaru Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang Jakarta Pusat. Setelah kejadian tersebut, Andrie langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSCM pada Jumat dini hari sekitar pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat tiba di rumah sakit, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh seperti wajah, leher, dada, punggung hingga kedua lengan. Selain itu ia juga mengeluhkan gangguan penglihatan pada mata kanan akibat paparan cairan kimia.
Kepala Humas RSCM Yoga Nara mengatakan tim medis segera melakukan pemeriksaan awal setelah korban tiba di IGD. Dari hasil pemeriksaan menggunakan indikator pH, ditemukan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Sebagai langkah penanganan awal, tim dokter langsung melakukan proses irigasi atau pencucian pada bagian tubuh yang terpapar bahan kimia guna mengurangi dampak zat tersebut serta menstabilkan kondisi jaringan.
BACA JUGA:Survei Princeton dan SMRC: Puasa Medsos Meningkatkan Kesehatan Mental
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuhnya. Selain itu ditemukan trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat keparahan derajat tiga pada fase akut.
“Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis pada Senin 16 Maret 2026.
Untuk menangani kerusakan pada mata, tim medis melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan korban. Dokter juga melakukan transplantasi membran amnion sebagai upaya melindungi permukaan mata.
Setelah penanganan awal, Andrie Yunus kemudian dirawat di High Care Unit agar mendapatkan perawatan intensif dari tim medis multidisiplin. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi serta tenaga medis darurat.
“Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol,” kata Yoga.
BACA JUGA:Aktivis Kontras Disiram Air Keras, TAUD Desak Pengusutan Aktor Intelektual
Menurut Yoga, kondisi umum pasien saat ini sudah stabil dan tidak dalam keadaan yang mengancam jiwa. Meski demikian, tim dokter masih akan terus memantau perkembangan pasien serta menyiapkan kemungkinan tindakan lanjutan.
Ia menjelaskan penanganan medis selanjutnya bisa meliputi rekonstruksi jaringan dan prosedur tambahan untuk membantu memaksimalkan pemulihan fungsi penglihatan korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News