Terbongkar dari ChatGPT, Wanita 21 Tahun Didakwa Pembunuhan Berencana 2 Pria di Seoul
Dugaan rencana pembunuhan lewat ChatGPT.--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Seorang perempuan berusia 21 tahun di Korea Selatan didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap dua pria muda. Penyidik menilai kejahatan itu tidak terjadi secara spontan. Polisi menemukan dugaan perencanaan melalui riwayat pencarian di chatbot kecerdasan buatan, ChatGPT.
Perempuan bermarga Kim itu disebut menggunakan metode yang sama dalam dua peristiwa berbeda. Ia diduga mencampurkan obat terlarang ke dalam minuman beralkohol yang dikonsumsi korban.
Dakwaan Berubah Setelah Analisis Ponsel
Kim awalnya ditangkap pada 11 Februari 2026. Saat itu, ia hanya dijerat tuduhan menyebabkan cedera yang berujung kematian. Status hukum tersebut kemudian berubah.
Polisi menemukan bukti baru dari ponsel miliknya. Analisis digital memperlihatkan rangkaian pertanyaan terkait efek fatal campuran obat dan alkohol. Temuan ini membuat jaksa menaikkan dakwaan menjadi pembunuhan berencana.
Kepolisian Seoul Gangbuk menyebut riwayat percakapan menunjukkan tersangka aktif mencari informasi berbahaya melalui ChatGPT.
BACA JUGA:Nintendo Switch Disita, Bocah 11 Tahun di Pennsylvania Tembak Ayah Angkat saat Tidur
"Apa yang terjadi jika Anda mengonsumsi pil tidur bersama alkohol?" bunyi salah satu pertanyaan Kim kepada AI tersebut, sebagaimana dikutip dari The Independent, Jumat (20/2/2026).
Penyidik juga menemukan pertanyaan lain yang lebih spesifik.
"Berapa banyak yang perlu Anda konsumsi agar menjadi berbahaya? Bisakah itu membunuh seseorang?"
Menurut polisi, pertanyaan tersebut menunjukkan adanya pemahaman atas risiko kematian. Hal ini dinilai bertentangan dengan pengakuan tersangka.
"Kim berulang kali mengajukan pertanyaan terkait narkoba di ChatGPT. Dia sepenuhnya menyadari bahwa mengonsumsi alkohol bersamaan dengan narkoba dapat mengakibatkan kematian," tutur seorang penyidik.
Sebelumnya, Kim mengaku hanya ingin membuat korban tertidur. Ia mengatakan hanya mencampurkan obat penenang jenis benzodiazepin tanpa mengetahui dampak fatalnya.
BACA JUGA:Dua Periode Prabowo Mengemuka, Surya Paloh Sebut NasDem Sedang Menimbang
Pola Kejadian di Motel
Peristiwa pertama terjadi pada 28 Januari. Kim pergi bersama seorang pria berusia 20-an ke sebuah motel di kawasan Suyu-dong, Gangbuk-gu, Seoul. Ia keluar sendirian sekitar dua jam kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News