Warga Margahayu Ungkap Perilaku 2 Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Bekas Kampung Gajah
Bekas Kampung Gajah.--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kabar tewasnya seorang pelajar sekolah menengah pertama berinisial ZAAQ mengguncang warga Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Desa tersebut merupakan kampung asal keluarga korban sekaligus tempat tinggal para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
ZAAQ ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di kawasan lahan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat malam, 13 Februari. Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh sekelompok warga yang saat itu tengah melakukan siaran langsung di TikTok.
Penyelidikan kepolisian kemudian mengungkap bahwa kematian remaja tersebut merupakan kasus pembunuhan. Dua remaja berinisial YA berusia 16 tahun dan AP berusia 17 tahun ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyebut motif utama pembunuhan dipicu rasa dendam yang dimiliki YA terhadap korban.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka serius pada tubuh korban. Luka tersebut berasal dari senjata tajam maupun benturan benda tumpul.
"Terdapat luka, yang mana perkenaannya di kepala. Kemudian ada luka terbuka benda tajam di perut, kurang-lebih ada 8 tusukan," kata Niko.
BACA JUGA:18 Tahun Terjebak Kekerasan di Lombok, Perempuan Malaysia Akhirnya Pulang ke Tanah Air
Dari hasil penelusuran aparat, ZAAQ diketahui merupakan siswa SMPN 26 Bandung. Sementara kedua pelaku merupakan warga Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.
Kecurigaan Keluarga Sudah Muncul Sejak Awal
Pihak keluarga mengaku tidak sepenuhnya terkejut ketika polisi mengungkap identitas pelaku. Undang Supriatna, kerabat korban, mengatakan ZAAQ dan YA telah saling mengenal sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Kedekatan tersebut justru membuat keluarga merasa khawatir. Mereka menilai perilaku YA terhadap korban menunjukkan tanda-tanda yang tidak wajar. Kekhawatiran itu menjadi alasan keluarga memindahkan ZAAQ untuk melanjutkan sekolah di Bandung setelah lulus sekolah dasar.
"Setelah lulus SD, kami pindahkan ke Bandung agar jauh dari pelaku. Tapi ternyata pelaku rutin mendatanginya," kata Undang kepada wartawan, Selasa 17 Februari 2026.
Kecemasan keluarga memuncak ketika ZAAQ tiba-tiba tidak dapat dihubungi pada Senin, 9 Februari. Upaya pencarian dilakukan secara mandiri oleh keluarga dengan harapan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
BACA JUGA:MAKI Kritik Sikap Jokowi soal UU KPK, Dinilai Tak Konsisten dengan Kebijakan Lama
Harapan itu pupus setelah polisi memberi kabar bahwa ZAAQ ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan eks Kampung Gajah pada Jumat, 13 Februari. Kondisi jasad korban disebut mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh.
Undang mengatakan kecurigaan keluarga sejak awal mengarah kepada YA. Bahkan sehari setelah korban dinyatakan hilang, keluarga telah melaporkan dugaan keterlibatan YA kepada pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News