Kasus Virus Nipah di India Melonjak, WHO Beri Alarm Waspada Internasional
Kasus virus Nipah di India picu alarm peringatan global dari WHO.--Foto: Istimewa.
Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia. Tujuannya untuk mendeteksi lebih dini penumpang yang mengalami gejala dan memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit.
Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran, hingga kejang. Gejala dapat muncul dalam waktu hingga 14 hari setelah kepulangan dari negara terdampak.
Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pemantauan juga dilakukan melalui Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan. Selain itu, pengawasan kasus dilakukan lewat sistem kewaspadaan dini dan surveilans penyakit infeksi emerging di rumah sakit.
BACA JUGA:Tragis! Dua Bocah di Taktakan Tewas Tenggelam di Kubangan Air Bekas Tambang
"Meningkatkan pengamatan dan penemuan kasus di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit," kata Widyawati.
Kementerian Kesehatan juga terus melakukan sosialisasi pencegahan melalui media elektronik. Fasilitas kesehatan diminta aktif mendeteksi pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi Nipah.
Kesiapan Tenaga Kesehatan
Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih, menilai kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia relatif lebih baik dibanding masa lalu. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 disebut menjadi modal penting.
Menurut Faqih, pola penularan virus Nipah memiliki kemiripan dengan Covid-19, sehingga prosedur penanganan sudah lebih dipahami.
"Dengan pengalaman wabah Covid kemarin, saya yakin kawan-kawan di lapangan mampu (mengatasi)," katanya.
BACA JUGA:Polisi Telusuri Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Belum Hadir Pemeriksaan
Namun ia menekankan, kesiapan tenaga kesehatan harus dibarengi dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Mulai dari ketersediaan alat pelindung diri, standar operasional, hingga manajemen rumah sakit yang responsif.
Di luar aspek pelayanan medis, Faqih menilai pencegahan tetap menjadi kunci utama. Menurut dia, pengawasan di pintu masuk negara harus dilakukan secara ketat.
"Yang concern yang sekarang saya dorong itu pemerintah, di pintu-pintu masuk itu harus dijaga betul. Kalau enggak dijaga, takut bocor itu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News