Sering Disalahpahmi! 5 Minuman Ini Ternyata Bagus Buat Diet, dari Susu hingga Soda

Sering Disalahpahmi! 5 Minuman Ini Ternyata Bagus Buat Diet, dari Susu hingga Soda

Dari susu hingga soda, 5 minuman yang bagus untuk diet.--Foto: Pexels

JAKARTA, PostingNews.id - Menjalani program diet kerap membuat orang ragu memilih makanan dan minuman. Arus informasi yang saling bertabrakan, tren diet yang cepat berganti, hingga klaim influencer di media sosial menumbuhkan anggapan bahwa hanya air putih yang aman diminum saat diet.

Cara pandang serba hitam-putih itu justru berisiko menggagalkan tujuan. Terutama bagi mereka yang terbiasa menikmati jus di pagi hari atau segelas susu bersama sereal. Pendekatan gizi yang berkelanjutan tidak bekerja dengan melarang satu jenis minuman secara mutlak.

Sejumlah ahli gizi menilai beberapa minuman yang sering dicap buruk masih bisa masuk dalam pola makan penurunan berat badan. Kuncinya ada pada porsi dan cara konsumsi yang bijak.

Susu Sapi

Susu sapi kerap dituding karena kandungan gulanya. Sejumlah riset justru menunjukkan temuan berbeda. Konsumsi susu utuh dikaitkan dengan berat badan, indeks massa tubuh, serta risiko obesitas yang lebih rendah.

“Susu memiliki banyak manfaat. Protein berkualitas tinggi dan mudah diserap dalam susu, seperti leusin, dapat merangsang pertumbuhan otot, yang membantu menjaga massa otot tanpa lemak,” kata ahli gizi olahraga Sarah Koszyk, sebagaimana dikutip dari Eating Well, Jumat, 16 Januari 2026.

BACA JUGA:Bagaimana Fisika Melihat Peristiwa Isra Miraj?

“Saat orang mencoba menurunkan berat badan, mereka ingin mempertahankan massa otot dan membakar lemak.”

Satu cangkir susu skim mengandung sekitar 8 gram protein dengan 90 kalori. Susu bisa dinikmati sebagai camilan bergizi, bahan smoothie, atau pendamping sereal tanpa rasa bersalah.

Susu Kedelai Fortifikasi

Minuman berbahan kedelai juga dapat menjadi bagian dari rencana diet. Tinjauan ilmiah menunjukkan asupan protein yang memadai berperan dalam penurunan berat badan, termasuk protein dari kedelai.

“Memasukkan susu kedelai ke dalam pola makan adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral saat menurunkan berat badan,” ujar ahli gizi Lauren Harris-Pincus.

Satu cangkir susu kedelai fortifikasi tanpa gula mengandung sekitar 7 gram protein dan 80 kalori. Minuman ini juga menyumbang vitamin B12 yang kerap kurang pada pola makan berbasis nabati.

BACA JUGA:Heboh di Medsos, Klaim Pramugari Gadungan Diterima Garuda Ternyata Palsu

Kopi dengan Pemanis Alami

Kopi sering kehilangan reputasi sebagai minuman diet begitu pemanis ditambahkan. Tidak semua tambahan rasa harus dihindari.

“Beberapa krimer kopi memang tinggi kalori kosong dari gula dan lemak jenuh,” kata Koszyk.

“Namun kopi hitam tidak selalu disukai semua orang. Memilih krimer rendah gula dan lemak jenuh tetap bisa selaras dengan tujuan penurunan berat badan.”

Pemanis alami seperti monk fruit, krimer tanpa tambahan gula, atau sedikit madu dan sirup maple dapat memberi rasa tanpa menjadikan kopi sebagai sumber kalori berlebih.

Jus Delima 100 Persen

Jus buah kerap dianggap musuh diet. Jus delima 100 persen bisa menjadi pengecualian bila digunakan dengan tepat. “Terkadang kita membutuhkan sedikit dorongan untuk meningkatkan asupan cairan,” kata Harris-Pincus. Menambahkan sedikit jus delima ke air atau soda tawar membantu meningkatkan konsumsi cairan tanpa lonjakan gula.

Asupan delima dikaitkan dengan penurunan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah. Indikator kesehatan jantung juga menunjukkan perbaikan. Kandungan polifenolnya berperan sebagai antioksidan yang membantu menekan peradangan.

BACA JUGA:Masih Berlaku! Segera Klaim Diskon Biaya Tambah Daya Listrik Januari 2026, Cek Syarat dan Rinciannya

Soda Rendah Kalori dan Rendah Gula

Soda diet sering memicu perdebatan. Mengganti soda bergula dengan soda nol kalori dapat memangkas asupan kalori harian dan mendukung penurunan berat badan.

Meski relatif aman bila dikonsumsi moderat, soda diet tidak menyumbang nilai gizi. Karena itu, pendekatan bertahap dianjurkan. Mulai dari beralih ke soda diet, lalu perlahan menggantinya dengan air berkarbonasi yang diberi potongan buah atau herbal.

Hidrasi memegang peran penting dalam mengendalikan rasa lapar. “Hidrasi membantu kita merasa kenyang dan dapat menurunkan tingkat rasa lapar,” kata Koszyk. Dalam banyak kasus, rasa lapar sebenarnya sinyal tubuh kekurangan cairan.

Pilihan minuman juga mendukung kesehatan pencernaan yang berpengaruh pada pengelolaan berat badan jangka panjang. Kehadiran kalori dalam minuman tidak otomatis membuatnya harus dihindari.

“Minuman yang tepat dapat meminimalkan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Fokuslah pada hidrasi dengan minuman yang sesuai dengan kebutuhan agar tujuan tercapai tanpa mengorbankan kenikmatan hidup,” ujar Koszyk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait