2 Rute Penerbangan Ini Jadi Ujian Nyali Pilot, Pendaratan Bisa Berubah dalam Hitungan Detik

2 Rute Penerbangan Ini Jadi Ujian Nyali Pilot, Pendaratan Bisa Berubah dalam Hitungan Detik

Rute penerbangan yang dianggap sulit oleh pilot.-Foto: IG @citilink-

Pilot dituntut terus memantau instrumen dan kondisi visual secara bersamaan. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat membuat keputusan harus diambil dalam waktu singkat demi menjaga keselamatan penerbangan.

Limitasi Angin dan Turbulensi Jadi Risiko Utama

Menurut Nurliza, dua faktor yang paling sering menjadi perhatian dalam penerbangan di wilayah tersebut adalah batasan angin dan turbulensi. Kedua aspek ini menentukan apakah pesawat dapat mendarat dengan aman atau harus menunda pendekatan.

"Untuk penumpang mungkin pemandangannya bagus. Tapi untuk kita penggunaan runway-nya ada limitasi angin yang harus diperhatikan," jelas Nurliza dalam sesi Hub Talks 2023 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), dikutip Minggu 01 Maret 2026.

Ia menambahkan pilot dilatih untuk tetap tenang dalam kondisi sulit. Berbagai simulasi dilakukan agar awak kokpit mampu mengendalikan situasi tanpa kepanikan.

BACA JUGA:Insanul Fahmi Ingin Duduk Bareng Wardatina dan Inara, Minta Konflik Diselesaikan Tertutup

"Sudah ditraining sebisa mungkin untuk bisa meminimalisir rasa panik. Jika terjadi cuaca buruk sudah antisipasi," ujarnya.

Selain angin, turbulensi menjadi fenomena yang hampir tidak terpisahkan dari penerbangan. Gangguan ini dapat muncul akibat awan tebal, perubahan tekanan udara, maupun perbedaan suhu ekstrem di atmosfer.

Walau umum terjadi, turbulensi tetap membutuhkan kewaspadaan tinggi. Dampaknya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan penumpang dan awak kabin.

Sejumlah insiden turbulensi berat pernah terjadi di dunia penerbangan. Salah satunya dialami pesawat Boeing 777-300ER milik Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ321 dari London menuju Singapura pada Mei 2024. Peristiwa tersebut menyebabkan satu penumpang meninggal dunia setelah pesawat mengalami guncangan hebat di udara.

Standar Khusus Saat Mendarat di Bandara Sulit

Pendaratan di bandara dengan tingkat kesulitan tinggi tidak dilakukan tanpa prosedur ketat. Pilot mengikuti standar internasional yang ditetapkan otoritas penerbangan global dan diadopsi oleh regulator nasional.

Salah satu tahap penting adalah penggunaan Instrument Approach Procedure atau IAP. Prosedur ini berisi panduan teknis mengenai arah pendekatan, ketinggian pesawat, titik navigasi, serta jalur masuk menuju landasan. IAP menjadi acuan utama terutama ketika cuaca memburuk atau jarak pandang menurun.

Selain itu, setiap bandara memiliki batas minimum kondisi cuaca yang harus dipenuhi sebelum pesawat diizinkan mendarat. Parameter tersebut mencakup jarak pandang di landasan dan ketinggian keputusan ketika runway harus sudah terlihat oleh pilot.

Apabila standar itu tidak terpenuhi, pilot wajib membatalkan pendaratan dan menjalankan prosedur lanjutan.

Langkah berikutnya dikenal sebagai missed approach. Dalam prosedur ini, pesawat kembali menanjak mengikuti jalur aman yang telah ditentukan pada peta pendekatan. Tujuannya untuk menghindari hambatan sekaligus memberi waktu menunggu kondisi cuaca membaik.

Sepanjang proses tersebut, komunikasi dengan pengendali lalu lintas udara berlangsung intensif. Pilot menerima informasi terbaru mengenai kondisi landasan, arah angin, hingga peringatan cuaca secara real time.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait