Kematian Pemimpin Oposisi Rusia Memanas, Diduga Dibunuh Pakai Racun Langka dari Katak Panah

Kematian Pemimpin Oposisi Rusia Memanas, Diduga Dibunuh Pakai Racun Langka dari Katak Panah

Navalny.--Foto: Istimewa.

Pada September tahun lalu, ia mengatakan analisis terhadap sampel biologis yang berhasil diselundupkan dan diperiksa di laboratorium dua negara menunjukkan bahwa Navalny telah "dibunuh".

BACA JUGA:Pemprov DKI Tegaskan Kebersamaan Lewat Festival Imlek

Ia tidak mengungkap jenis racun yang diduga digunakan, namun menantang kedua laboratorium tersebut untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka.

"Sejak hari pertama saya yakin bahwa suami saya telah diracuni, tetapi sekarang ada buktinya," tegas dia.

"Saya berterima kasih kepada negara-negara Eropa atas kerja teliti yang mereka lakukan selama dua tahun dan atas pengungkapan kebenaran," tambahnya.

Bantahan dari Moskow

Pemerintah Rusia menolak tudingan tersebut. Juru bicara Kremlin Maria Zakharova menyatakan seluruh pernyataan Barat merupakan bagian dari kampanye informasi untuk mengalihkan perhatian dari persoalan internal negara-negara Barat.

Presiden Rusia Vladimir Putin, sebulan setelah kematian Navalny, hanya menyampaikan bahwa kematian siapa pun merupakan peristiwa yang menyedihkan.

Saat meninggal, Navalny telah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun atas tuduhan yang ia sebut bermotif politik dan kemudian dipindahkan ke koloni penjara terpencil.

Laporan resmi Rusia menyebut pria berusia 47 tahun itu sempat berjalan di area koloni penjara Siberia sebelum merasa tidak enak badan. Ia kemudian pingsan dan tidak pernah sadar kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait