Polemik Poligami Pesulap Merah dengan Ratu Rizky Nabila, Sebut Ada Rahasia Istri Pertama yang Tak Bisa Diungkap

Polemik Poligami Pesulap Merah dengan Ratu Rizky Nabila, Sebut Ada Rahasia Istri Pertama yang Tak Bisa Diungkap

Pesulap merah, Marcel Radhival-@marchelradhival1-Instagram

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Sorotan publik terhadap praktik poligami yang dijalani Marcel Radhival, yang dikenal sebagai Pesulap Merah, belum mereda. Ia merespons tudingan yang menyebut dirinya zalim dengan membuka sebagian alasan di balik keputusannya menikah lagi.

Dalam siaran langsung di media sosial, Marcel mempertanyakan anggapan bahwa ia tidak berlaku adil. Ia menyatakan pernikahan kedua bukan lahir dari dorongan keinginan pribadi, melainkan karena situasi yang menurutnya mendesak.

“Walaupun sekaya apapun kamu, kalau punya anak, punya istri yang sehat, terus pekerjaan lancar, jangan nikah lagi,” ujar Pesulap Merah.

Ia menekankan bahwa poligami bukan pilihan yang bisa diambil sembarangan. Langkah itu, kata dia, hanya dapat dilakukan ketika ada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan tidak bisa dihindari.

“Saya tidak bisa menjelaskan, enggak boleh bahkan, istri pertama saya masalahnya sudah meninggal, sudah Rahimahullah,” katanya lirih.

BACA JUGA:Kontroversi Cinta Desainer Calvin Klein dan Pacar Prianya, Siap Menikah Demi Kepastian Hukum

Marcel mengaku ada alasan tertentu yang membuatnya memutuskan menikah lagi. Namun ia memilih tidak membuka detail persoalan tersebut demi menjaga kehormatan almarhumah istri pertamanya.

Pernyataan itu berkaitan dengan pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila. Marcel sebelumnya menyebut pernikahan tersebut sebagai bagian dari misi menyelamatkan. Ia berpendapat, tanpa pernikahan itu, salah satu pihak bisa menghadapi bahaya.

Ia juga mengklaim pernikahan tersebut dilakukan untuk menghindari fitnah dan mencegah perbuatan yang dilarang agama. Dalam penuturannya, ada rahasia atau aib yang harus ia jaga sebagai tanggung jawab suami.

Menurut Marcel, keputusan itu merupakan kewajiban moral dan agama. Ia membantah anggapan bahwa langkah tersebut diambil karena dorongan emosional semata.

Ia kembali menegaskan prinsip keadilan dalam poligami sesuai ajaran Islam. Baginya, kemampuan memenuhi kebutuhan dasar menjadi syarat mutlak.

BACA JUGA:Purbaya Semprot Para Pengkritik MBG: 'Itu Pilar Pembangunan Presiden'

“Ketika kamu bisa memenuhi tempat tinggal, makanan minuman, dan pakaian, kamu boleh poligami,” tegasnya.

Marcel mengingatkan bahwa jika tidak mampu berlaku adil, seseorang sebaiknya tidak memaksakan diri untuk berpoligami. Ia menyatakan praktik itu menuntut tanggung jawab besar, baik secara materi maupun moral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait