Bakal Kunjungi Indonesia, Apa Misi Besar Ramzan Kadyrov?

Sabtu 25-06-2022,20:49 WIB
Reporter : Nezar
Editor : Nezar


Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov|Istimewa|

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov kabarnya berencana mengunjungi Indonesia. 

Hal itu disampaikan oleh Presiden Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad. 

Saddam menilai rencana kunjungan itu akan melahirkan berbagai efek positif.

"Agenda kedatangan Presiden Chechnya ke tanah air memberikan angin segar atau kabar baik, bukan hanya sebagai medium mempererat hubungan Federasi Rusia dan Indonesia, tetapi juga memperkuat umat muslim," kata Saddam dalam keterangan tertulis AAYG, Sabtu, 24 Juni 2022. 

BACA JUGA:Tegas! PDIP Tak Bisa Berkoalisi dengan PKS dan Demokrat, Alasannya?

"Apalagi mengingat jumlah penduduk muslim terbesar dunia ada di Indonesia," sambungnya.

+++++

Ramzan dikenal dunia khususnya umat Muslim karena telah berhasil membangun Chechnya jauh lebih modern, Islami dan aman sejak 2004 setelah menggantikan Ahmad Kadyrov, ayahnya. 

Presiden Chechnya tersebut, selain penghafal Al-Quran juga seorang jenderal dan panglima perang.

"Tidak sedikit masyarakat internasional tahu soal kelebihan dari Ramzan baik secara personal maupun dalam membawa dan membangun Chechnya lebih maju. Karena kepiawaian dan keberanian Ramzan, ia dipercaya Presiden Rusia Putin memimpin pasukan di Ukraina demi menjaga kedaulatan Rusai dan stabilitas kawasan Eropa Timur," tuturnya.

Saddam meyakini, ketika Ramzan jadi ke Indonesia akan banyak masyarakat Indonesia yang mendukung dan menyambut hangat. 

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga perlu menjadikan momentum tersebut sebagai hal yang strategis dalam membangun kerja sama dengan Rusia dalam hal ini Chechnya yang mayoritas berpenduduk Muslim.

BACA JUGA:BMKG: Wilayah Selatan Jakarta Berpotensi Gempa Besar

"Selain Presiden Chechnya nantinya bertemu dengan pemerintah Indonesia, juga sangat penting bertemu dengan pemimpin NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar dan mendiskusikan soal kondisi umat Islam dunia dan bagaimana berpartisipasi dalam perkembangan dan kemajuan ke depannya," ucapnya.

Kategori :