Dituding Main Mata dengan PDIP, Eks Ketua BEM UGM Malah Balik Singgung Duit MBG Rp1,2 Triliun Sehari

Kamis 25-06-2026,07:12 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id – Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto memilih tidak ambil pusing setelah dituding memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan (PDIP). Baginya, tuduhan tersebut tidak lebih dari upaya mengalihkan perhatian dari isu yang menurutnya jauh lebih penting.

Tudingan itu datang dari kelompok yang mengatasnamakan BEM Fakultas Bersatu. Aliansi tersebut mengkritik gerakan mahasiswa yang menolak sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dan menuding aksi yang digerakkan Tiyo ditunggangi kepentingan politik praktis.

Menanggapi tudingan tersebut, mahasiswa tingkat akhir Jurusan Filsafat UGM itu mengaku tetap berdiri sebagai individu yang independen dan tidak memiliki afiliasi dengan partai politik maupun tokoh tertentu.

“Soal kedekatan dengan pihak-pihak tertentu, saya kira orang bisa saja membuat cocoklogi macam-macam,” kata Tiyo saat ditemui di UGM, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia menegaskan seluruh aktivitasnya selama ini dilakukan secara mandiri tanpa campur tangan kekuatan politik mana pun.

“Saya masih sebagai individu yang merdeka, yang ingin supaya kekuasaan hari ini berjalan dengan benar,” ujarnya.

Isu kedekatan Tiyo dengan PDIP mencuat setelah dirinya mengunggah temuan alat pelacak yang terpasang di mobil Toyota Fortuner yang ia gunakan usai mengikuti aksi Rakyat Memanggil di kawasan Gejayan, Yogyakarta, pada pertengahan Juni 2026.

BACA JUGA:Bukan Cuma Anak-Anak, 7 Playground Dewasa di Jakarta Ini Jadi Tempat Favorit Melepas Stres

Belakangan, BEM Fakultas Bersatu menelusuri kepemilikan kendaraan tersebut. Mereka mengklaim mobil itu terdaftar atas nama Siti Nuraeni yang disebut merupakan adik Letnan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Setyo Sularso.

Nama Setyo Sularso kemudian dikaitkan dengan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa karena memiliki hubungan keluarga. Andika diketahui merupakan kader PDIP sekaligus pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Ganjar Pranowo.

Tiyo sendiri menjelaskan mobil tersebut hanyalah kendaraan pinjaman. Ia juga mengaku tidak melaporkan temuan alat pelacak itu kepada pihak kepolisian.

“Memang ada peristiwa pelacakan itu. Namun saya memandang ketika pelacakan itu dilakukan dengan alat yang sangat mudah dideteksi, pesannya sudah jelas. Mereka ingin menyampaikan kepada saya bahwa ke mana pun saya pergi, saya sedang dilacak,” katanya.

Menurut Tiyo, ia tidak ingin menghabiskan tenaga mencari siapa pelaku di balik pemasangan alat tersebut karena kemungkinan pelakunya bisa berasal dari berbagai pihak.

“Itu bisa dilakukan oleh kekuasaan, bisa juga dilakukan oleh mereka yang ingin membenturkan saya dengan kekuasaan,” ujarnya.

Ia mengaku memilih mengabaikan persoalan tersebut. Yang terpenting, menurutnya, masyarakat mengetahui bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi.

Kategori :