Telephobia Adalah Gangguan Takut Telepon, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sabtu 16-05-2026,18:32 WIB
Reporter : M. Rafa Nugraha
Editor : Valdie

Melalui terapi ini, pasien diajak mengenali pola pikir negatif yang memicu rasa takut saat menelepon.

Terapis kemudian membantu mengganti pikiran tersebut dengan sudut pandang yang lebih realistis dan positif.

Metode ini bertujuan mengurangi rasa panik secara perlahan sehingga penderita bisa lebih percaya diri saat berkomunikasi.

BACA JUGA:Jangan Salah Langkah! Ini Syarat dan Cara Pindah BPJS Mandiri ke PBI Supaya Bisa Dapat Layanan Kesehatan Gratis

2. Terapi Eksposur

Terapi eksposur dilakukan dengan mempertemukan pasien secara bertahap pada sumber ketakutannya.

Awalnya penderita mungkin hanya diminta mendengarkan suara dering telepon atau membayangkan situasi menerima panggilan.

Setelah rasa cemas mulai berkurang, latihan akan meningkat ke tahap berikutnya seperti melakukan percakapan singkat lewat telepon.

Pendekatan bertahap ini membantu otak belajar bahwa aktivitas menelepon sebenarnya tidak seburuk yang dibayangkan.

BACA JUGA:Ini Tips Aman Konsumsi Gula Saat Sahur dan Berbuka Agar Puasa Tetap Kuat Tanpa Risiko Kesehatan!

3. Konseling dan Psikoterapi

Selain CBT dan terapi eksposur, konseling personal juga menjadi pilihan yang banyak membantu penderita telephobia.

Melalui sesi terapi, pasien bisa menceritakan pengalaman traumatis atau ketakutan yang selama ini dipendam.

Dukungan emosional dari tenaga profesional sangat penting agar penderita merasa lebih aman dan dipahami.

Beberapa orang juga merasa terbantu melalui terapi kelompok karena dapat berbagi pengalaman dengan penderita lain yang mengalami kondisi serupa.

BACA JUGA:Hati-hati! Suka Makan Makanan yang Agak Gosong? Stop dari Sekarang 4 Bahaya Ini Mengintai Kesehatanmu

Jangan Anggap Sepele Ketakutan terhadap Telepon

Telephobia bukan sekadar rasa malas menerima panggilan atau tidak suka berbicara lewat telepon. Gangguan ini merupakan bentuk kecemasan sosial yang nyata dan bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi dengan bantuan terapi, dukungan lingkungan, serta kemauan untuk belajar menghadapi rasa takut secara perlahan.

Kategori :