POSTINGNEWS.ID --- Di era digital seperti sekarang, telepon masih menjadi alat komunikasi penting untuk urusan kerja, keluarga, hingga kebutuhan darurat. Namun ternyata Sob, tidak semua orang merasa nyaman ketika harus menerima atau melakukan panggilan suara.
Sebagian orang justru mengalami rasa takut berlebihan saat mendengar nada dering telepon. Kondisi ini dikenal dengan istilah telephobia, yaitu gangguan kecemasan yang membuat seseorang merasa panik ketika harus berkomunikasi lewat sambungan telepon.
Banyak yang menganggap ketakutan tersebut hanya rasa malu biasa. Padahal dalam dunia psikologi, telephobia termasuk bentuk kecemasan sosial yang nyata dan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial, produktivitas kerja, bahkan kesehatan mental penderitanya.
BACA JUGA:Dediphobia Semakin Viral! KDM Sukses Bikin Anak Nakal Jera
Apa Itu Telephobia?
Telephobia adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami ketakutan ekstrem terhadap aktivitas menelepon atau menerima panggilan telepon.
Penderitanya biasanya merasa cemas berlebihan sebelum telepon diangkat. Bahkan ada yang memilih menghindari panggilan masuk sama sekali karena takut melakukan kesalahan saat berbicara.
Rasa takut tersebut bukan sekadar gugup biasa. Pada beberapa kasus, penderita dapat mengalami detak jantung meningkat, tangan berkeringat, napas pendek, hingga panik hanya karena mendengar suara dering telepon.
Gangguan ini makin sering ditemukan di era komunikasi berbasis pesan singkat. Banyak orang menjadi terbiasa mengetik chat dibanding berbicara langsung lewat suara.
Akibatnya, interaksi telepon terasa lebih menegangkan karena dianggap membutuhkan respons spontan tanpa waktu berpikir panjang.
Kenapa Seseorang Bisa Mengalami Telephobia?
Hingga saat ini, penyebab pasti telephobia memang belum sepenuhnya diketahui. Namun para ahli kesehatan mental percaya bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, lingkungan, dan pengalaman pribadi.
Salah satu penyebab paling umum adalah rasa takut dinilai buruk oleh orang lain. Penderita biasanya khawatir terdengar tidak pintar, salah bicara, atau membuat lawan bicara kecewa.
Ketakutan tersebut kemudian berkembang menjadi kecemasan sosial yang makin besar setiap kali telepon berbunyi.
Selain itu, pengalaman traumatis di masa lalu juga sering menjadi pemicu utama. Misalnya pernah dimarahi lewat telepon, menerima kabar buruk melalui sambungan suara, atau mengalami tekanan saat bekerja menggunakan telepon.