Megawati juga mengungkap pengalaman pribadinya pernah dituduh menjual Pulau Sipadan dan Ligitan, tudingan yang ia nilai sebagai contoh bagaimana buzzer bekerja tanpa dasar.
Bagi Megawati, persoalan buzzer bukan sekadar kritik politik, melainkan sudah menyentuh batas kemanusiaan. Di tengah tragedi kemanusiaan seperti tsunami, ia menilai serangan semacam itu justru menunjukkan hilangnya empati demi kepentingan uang dan citra.