Seruan Turunkan Presiden Meledak Ojol Mengamuk, Saiful Mujani Dituding Makar

Selasa 14-04-2026,09:38 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Puluhan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Perhimpunan Ojek Online Indonesia mendatangi kantor Saiful Mujani Research and Consulting di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Aksi yang digelar pada Selasa, 14 April 2026 itu dipicu pernyataan pendiri lembaga survei tersebut yang dinilai melewati batas.

Ketua Umum Perhimpunan O2 Indonesia Cecep Saripudin menilai pernyataan Saiful Mujani yang mengajak menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sudah masuk kategori makar. “Karena pernyataannya memprovokasi,” kata Cecep dalam orasinya.

Ia menyebut massa aksi datang dari berbagai daerah seperti Bekasi, Karawang, hingga Jakarta. Menurutnya, pengemudi ojek online juga punya hak bersuara atas kondisi bangsa. “Kami juga kritis dalam menyikapi dinamika yang ada di negara ini,” ujarnya.

Cecep menilai ajakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap pilihan rakyat. Ia menegaskan bahwa Prabowo terpilih melalui proses pemilu yang sah. “Kontestasi pemilu akhirnya menunjuk satu orang besar,” kata dia.

BACA JUGA:Jangan Asal Kenyang, Ini 4 Menu Diet Sarapan yang Ampuh Rontokkan Lemak Tubuh Secara Cepat

Tak berhenti di situ, ia juga menuding narasi yang disampaikan Saiful berpotensi memecah belah masyarakat dan memicu kekacauan. Karena itu, pihaknya mendesak Saiful untuk segera meminta maaf secara terbuka.

Selain itu, mereka juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut dugaan tersebut. Jika tuntutan tidak digubris, aksi lanjutan disebut akan kembali digelar dengan jumlah massa lebih besar.

“Kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar,” ujar Cecep.

Pernyataan Saiful sebelumnya mencuat dalam acara halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Beranda Utan Kayu, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. Dalam forum tersebut, Saiful secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan Prabowo.

“Kalau menasihati Prabowo enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ucap Saiful.

BACA JUGA:Nadiem Ngamuk di Sidang Chromebook, Kerugian Negara Dibilang Rekayasa

Ia bahkan menilai upaya menjatuhkan Presiden tidak bisa ditempuh lewat mekanisme formal seperti pemakzulan di parlemen. “Menurut saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu. Itu tidak akan jalan,” kata dia.

Namun, Saiful membantah tudingan makar yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pernyataannya merupakan bentuk partisipasi politik yang sah dan disampaikan secara terbuka.

Menurut dia, pandangannya harus dilihat sebagai bagian dari aksi damai dalam ruang demokrasi. Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengaku belum mengetahui secara detail pernyataan yang dimaksud.

“Saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa,” ujar Teddy di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Kategori :